Modal seragam polisi, pemuda di Bandung jual kendaraan bodong
Merdeka.com - FH (20), harus berurusan dengan polisi asli. Ini setelah penyamarannya menjadi polisi abal-abal terbongkar. Kerap memakai seragam kepolisian berpangkat IPDA, FH akhirnya diciduk lantaran sering melakukan penipuan jual beli sepeda motor tanpa surat (bodong).
"Dari situ kita turunkan tim lakukan penyelidikan, dan akhirnya menangkap FH di sekitar Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Winarto di Mapolrestabes Bandung, Rabu (24/11).
Adapun modus dipakai, FH selalu memakai seragam kepolisian tiap menawarkan motor atau mobil bodong kepada para korbannya. Pelaku juga sering mengaku berasal dari kesatuan Polda Jawa Barat.
Untuk harga ditawarkan FH juga murah. Dalam menawarkan, dia kerap berdalih semua motor itu merupakan hasil lelang. Misalnya saja sepeda motor, dia banderol seharga Rp 3 juta per unitnya.
"Kenyataannya motornya enggak ada. Jadi korban dimintai dulu uang, terus diberikan kunci (tanpa motor)," ujarnya.
Demi tambah meyakinkan para korban, mobil rental miliknya bahkan dipasang pelat nomor kepolisian. Namun, semua itu palsu, dan nama propamnya juga asal mencatut.
Selain FH, polisi juga mengamankan EG, diduga kolega dari FH. "Tapi satu lainnya masih saksi," terangnya.
Polisi mengamankan barang bukti dua buah plat nomor polisi palsu, sebuah kunci mobil palsu, satu stel pakaian dinas lapangan (PDL) lengkap dengan atribut, dan surat perjanjian dengan Propam (palsu).
FH kini harus meringkuk disel tahanan Mapolrestabes Bandung. Dia dijerat pasal 378 KUHpidana tentang penipuan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.
(mdk/ang)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya