Sebelum beraksi di Sarinah, pelaku teror titip harta dan keluarga
Enam orang yang ditangkap Densus 88 Polri mengaku tahu soal rencana aksi teror di Sarinah.
Usai aksi teror yang mengguncang jantung ibu kota Jakarta, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap 13 orang terduga teroris di pelbagai daerah. Hanya saja, 5 dari 13 orang yang ditangkap tidak terlibat secara langsung dengan kasus ini.
Dari delapan orang yang diduga terlibat langsung, enam orang diantaranya mengetahui rencana aksi teror di Sarinah, pada Kamis (14/1). Pengakuannya ke polisi, mereka menerima pesan langsung dari salah satu pelaku teror.
"Enam orang mengetahui langsung karena pesan salah satu pelaku disampaikan ke enam orang itu," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Anton Charliyan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (19/1).
Anton menyebut pelaku yang dimaksud berinisial D. Pelaku menitipkan amanat kepada keenam orang untuk menjaga harta benda dan keluarganya. "Dia titip harta benda dan keluarganya karena akan melakukan 'amaliyah'," ujarnya.
Anton menjelaskan, maksud dari amaliyah adalah serangan teror yang menewaskan empat warga sipil dan membuat 25 orang luka-luka.
Terduga teroris yang lain memiliki peran dalam aksi bom di pusat jantung Jakarta itu. "Yang dua mungkin memesan bahan dan lain-lain untuk pembuatan peledak," terangnya.
"Bisa juga dia memberitahu bagaimana cara membuat bom," pungkas Anton.
Baca juga:
Polisi masih dalami peran empat pelaku teror bom di Thamrin
Keluarga belum dapat kepastian soal pemulangan jenazah Afif
Polri sebut 8 orang yang ditangkap Densus 88 terlibat teror Sarinah
Rekaman CCTV perlihatkan kronologi & sadisnya aksi teror Sarinah
TPM minta polisi tak gegabah tuding Bahrun Naim dalang teror Jakarta
Beredar meme pelaku teror bom Sarinah jadi pedagang asongan