SBY kenang rapor merah bahasa sunda AHY hingga reformasi TNI
SBY dan sang istri Ani Yudhoyono mendorong Agus untuk belajar bahasa sunda. Agus juga belajar bahasa sunda dengan temannya.
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hadir dalam acara "Ngariung Bareng SBY" di Hotel Bidakara Savoy Homann, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Jumat (23/3) malam. Pada kesempatan itu, SBY mengisahkan masa lalunya ketika bertugas di Kota Bandung. Salah satu yang diceritakan adalah masa kecil putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono.
"Waktu kecil, Agus (Agus Harimurti Yudhoyono) unik. Dia bahasa Inggrisnya bagus, tapi bahasa sundanya merah (di rapor)," katanya sambil tertawa.
Akhirnya, SBY dan sang istri Ani Yudhoyono mendorong Agus untuk belajar bahasa sunda. Agus juga belajar bahasa sunda dengan temannya.
"Jadi, akhirnya Agus mengajarkan bahasa inggris, temannya mengajarkan bahasa Sunda," kenangnya.
SBY beralih ke cerita lain. Dia mengatakan bahwa dulu pernah diminta menyampaikan tesis di Seskoad Jalan Gatot Subroto, Bandung. Di situ dia menyampaikan tentang dwifungsi ABRI yang perlu dikoreksi.
"Saya sampaikan karena Dwifungsi ini its too much dan its too far. Saya berani menyampaikan pandangan itu. Setelah pidato itu banyak respon pro dan kontra. Saya tidak tahu Pak Harto (Presiden Soeharto) memandangnya seperti apa."
Pandangan itu diklaim menjadi cikal bakal reformasi TNI dan Polri. "Di Bandung, saya seperti dibimbing untuk ikut mereformasi TNI punya andil reformasi di tingkat nasional," ucapnya.
Baca juga:
Bela Puan, PDIP sebut 'Peran sentral proyek e-KTP dimainkan kader Demokrat'
Syarief Hasan sebut pernyataan Sekjen PDIP ganggu penjajakan koalisi
Panas karena 'nyanyian' Setnov, PDIP & Demokrat diminta PSI menahan diri
Panas karena nyanyian Setnov, PDIP & Demokrat masih lanjutkan penjajakan koalisi
Demokrat: Pernyataan Sekjen PDIP dangkal, lemah dan mengada-ada