Saut Situmorang dinilai cari panggung ogah usut kasus Century & BLBI
Padahal menurut Adhie Marsadi kasus korupsi Bank Century dan BLBI harus diusut hingga tuntas.
Aktivis Gerakan Indonesia Bersih, Adhie Marsadi menilai Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang sedang mencari dukungan publik untuk membongkar kasus-kasus lama seperti Bank Century dan BLBI. Padahal kasus korupsi Bank Century dan BLBI harus diusut hingga tuntas.
"Saya kira kemarin baru perseorangan Saut Situmorang. Saya melihat Saut sedang mencari dukungan politik karena dia tahu bahwa kasus Century dan BLBI harus butuh dukungan publik," kata Adhie Marsadi di Restoran Handayani, Jakarta, Sabtu (26/12).
Menurut Adhie, apabila KPK mendapatkan tekanan politik dari pihak lain, maka kasus Century dan BLBI tidak akan diselesaikan. Oleh sebab itu, pimpinan KPK baru butuh dukungan politik dari publik.
"Century tinggal tinggal atau tergantung KPK mau bongkar atau enggan. KPK itu lembaga politik ketika dapat tekanan politik tidak jalan kasus-kasus korupsi," ujar mantan juru bicara Presiden RI ke-4 Gus Dur ini.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) sepertinya masih belum tahu langkah apa yang akan diambil soal kasus Century dan BLBI. Hal tersebut tersirat dari pernyataan Saut Situmorang, Pimpinan baru KPK saat konferensi pers yang diadakan sore tadi di auditorium KPK.
"Di baris paper saya terakhir 'MembangunKorupsi Mulai dari Nol. Menuju Indonesia Korupsi Nol' saya tidak fokus ke kasus-kasus yang lalu," ujar Saut, Senin (21/12).
Baca juga:
OC Kaligis berharap pimpinan KPK yang baru tak cari popularitas
Buya Syafii sebut DPR terlalu tak pilih Johan Budi jadi pimpinan KPK
Buya Syafii minta pimpinan KPK baru kompak & tidak macam-macam
Mantan penasihat KPK sayangkan mundurnya Johan Budi
Skep pensiun Basaria sudah turun sebelum dilantik jadi pimpinan KPK
Tumpak minta publik tidak buru-buru meragukan pimpinan KPK baru
Komisaris PT Pelindo II bantah datangi KPK bahas RJ Lino tersangka