SAR Timika Terjunkan Tim Cari Perahu Hilang Kontak di Perairan Atuka
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika mengerahkan tim gabungan untuk mencari perahu nelayan yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Atuka, Mimika Tengah, Papua Tengah, membawa empat orang.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika telah memulai operasi pencarian terhadap sebuah perahu nelayan yang dilaporkan hilang kontak. Perahu tersebut membawa empat nelayan saat mencari ikan di Perairan Atuka, Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Tim SAR gabungan, terdiri dari rescuer SAR Timika dan keluarga korban, diterjunkan ke lokasi menggunakan rigid bouyancy boat (RBB) 600 PK. Pencarian ini dilakukan setelah perahu yang seharusnya kembali pada Kamis (25/6) tidak kunjung tiba, memicu kekhawatiran serius.
Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga SAR Timika, Charles Y Batlajery, menyatakan bahwa tim gabungan sudah bergerak menuju Perairan Atuka. Upaya ini bertujuan untuk menemukan para nelayan yang telah hilang kontak sejak beberapa hari lalu, mengingat kondisi cuaca dan laut yang tidak menentu.
Kronologi Hilangnya Perahu Nelayan di Atuka
Berdasarkan laporan yang diterima SAR Timika, perahu nelayan tersebut berangkat mencari ikan dari Timika sejak Selasa (23/6). Empat nelayan di dalamnya berencana kembali ke daratan pada Kamis (25/6), setelah beberapa hari melaut di wilayah Perairan Atuka.
Keluarga korban sempat berkomunikasi terakhir dengan salah satu nelayan pada Rabu (24/6). Dalam percakapan singkat tersebut, para nelayan mengonfirmasi rencana kepulangan mereka pada hari Kamis, memberikan sedikit kelegaan bagi keluarga.
Namun, hingga tanggal yang dijanjikan tiba, perahu dan keempat nelayan itu tidak kunjung kembali ke pelabuhan. Situasi semakin mengkhawatirkan ketika keluarga mencoba menghubungi nomor telepon para korban, namun tidak ada satu pun yang dapat dijangkau.
Kekhawatiran mendalam menyelimuti keluarga korban dan masyarakat setempat di Timika. Mereka sempat mencoba melakukan pencarian secara mandiri di sekitar perairan yang biasa dilalui, tetapi upaya tersebut tidak membuahkan hasil signifikan dalam menemukan jejak perahu maupun para nelayan.
Upaya Pencarian Intensif oleh Tim SAR Gabungan
Setelah upaya pencarian mandiri tidak berhasil dan kepastian keberadaan nelayan semakin tidak jelas, keluarga korban akhirnya melaporkan insiden ini kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika. Laporan tersebut diterima pada Sabtu (27/6) pagi, mendesak dilakukannya operasi pencarian besar-besaran.
Menanggapi laporan tersebut dengan cepat, SAR Timika segera membentuk tim gabungan untuk operasi SAR. Tim ini terdiri dari personel rescuer SAR Timika yang terlatih dan berpengalaman, serta anggota keluarga korban yang turut serta untuk memberikan informasi dan dukungan.
Pencarian difokuskan di wilayah Perairan Atuka, Distrik Mimika Tengah, yang merupakan lokasi terakhir perahu nelayan tersebut dilaporkan. Tim menggunakan rigid bouyancy boat (RBB) 600 PK, sebuah perahu cepat yang dirancang khusus untuk operasi pencarian dan penyelamatan di laut lepas, guna menyisir area seluas mungkin.
Charles Y Batlajery menegaskan komitmen tim untuk terus melakukan pencarian hingga para nelayan ditemukan, mengingat kondisi geografis dan potensi bahaya di perairan. Koordinasi terus dilakukan dengan pihak terkait dan keluarga korban untuk memastikan efektivitas operasi SAR ini dan memberikan informasi terbaru secara berkala.
Sumber: AntaraNews