SAR Padang Sigap Evakuasi Ratusan Warga Terdampak Banjir di Kota Padang
Kantor SAR Padang mengerahkan personel untuk melakukan evakuasi banjir Padang yang menjebak ratusan warga di berbagai lokasi, menyusul curah hujan tinggi yang mengguyur sejak Jumat (2/1).
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Padang mengerahkan personel untuk evakuasi warga. Mereka terjebak banjir di Kota Padang, Sumatera Barat. Bencana ini terjadi setelah hujan deras mengguyur sejak Jumat (2/1) pagi. Akibatnya, sungai meluap dan merendam pemukiman.
Proses evakuasi banjir Padang menggunakan perahu karet. Ini untuk menjangkau warga yang terisolasi. Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, menyatakan tim terus mengevakuasi. Warga dibawa ke tempat aman hingga Jumat malam.
Banjir di Kota Padang memicu kondisi darurat. Ratusan rumah terendam dengan ketinggian air bervariasi. Operasi penyelamatan melibatkan banyak pihak. Termasuk BPBD, Satpol-PP, TNI, Polri, KSB, Dubalang, relawan, dan Pramuka.
Evakuasi Dramatis di Tengah Genangan Air Tinggi
Salah satu lokasi utama evakuasi yang menjadi fokus tim SAR Padang adalah kawasan Tabiang Banda Gadang, Nanggalo, Kota Padang. Di area ini, proses evakuasi berlangsung dramatis karena personel harus mendatangi rumah-rumah warga yang terisolasi oleh tingginya genangan air. Warga terpaksa bertahan di dalam rumah karena tidak memungkinkan untuk menembus banjir yang dapat mengancam keselamatan mereka.
Abdul Malik menjelaskan, personel SAR menggunakan perahu karet untuk menjemput warga dari rumah mereka. Setelah berhasil dievakuasi, warga langsung dibawa menuju lokasi yang lebih aman dan terhindar dari ancaman banjir. Upaya ini menunjukkan kesigapan tim dalam menghadapi situasi darurat di lapangan.
Tim SAR Padang melanjutkan operasi evakuasi hingga Jumat (2/1) sekitar pukul 22.00 WIB. Setelah menuntaskan evakuasi di Tabiang Banda Gadang, tim kemudian bergerak menuju perumahan Hannah Asri di Lubuk Buaya Padang, yang juga dilaporkan terdampak parah oleh banjir.
Dampak Hujan Deras dan Lokasi Terdampak Banjir
Banjir yang melanda Kota Padang dipicu oleh intensitas curah hujan yang sangat tinggi sejak Jumat (2/1) pagi. Kondisi ini menyebabkan debit air sungai-sungai di sekitar Padang meningkat drastis hingga meluap dan menggenangi area pemukiman. Ratusan rumah warga dilaporkan terendam, dengan ketinggian air yang bervariasi di setiap lokasi.
Hingga Jumat malam sekitar pukul 19.40 WIB, hujan masih terus turun dengan intensitas sedang hingga lebat, menambah kekhawatiran akan peningkatan genangan air. Pihak berwenang mengimbau seluruh warga untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi banjir susulan.
Selain Tabiang Banda Gadang dan perumahan Hannah Asri, proses evakuasi juga dilakukan di beberapa lokasi lain yang terdampak banjir. Area tersebut meliputi kawasan Dadok Tunggul Hitam, Kurao Pagang, Pasar Lalang Belimbing, dan Pauh. Sebaran lokasi terdampak menunjukkan luasnya cakupan bencana banjir kali ini.
Kolaborasi Berbagai Pihak dalam Penanganan Bencana
Penanganan bencana banjir di Kota Padang ini merupakan hasil kolaborasi dan sinergi dari berbagai pihak. Tidak hanya personel SAR Padang, upaya evakuasi juga didukung penuh oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), serta unsur TNI dan Polri.
Selain itu, peran aktif juga ditunjukkan oleh Komunitas Siaga Bencana (KSB), Dubalang Pemerintah Kota Padang, berbagai relawan, dan anggota Pramuka. Keterlibatan banyak pihak ini sangat vital dalam mempercepat proses penyelamatan dan memastikan bantuan dapat tersalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Sinergi antarlembaga dan komunitas ini menjadi contoh penting dalam manajemen bencana. Dengan sumber daya yang terkoordinasi, diharapkan dampak banjir dapat diminimalisir dan warga terdampak bisa segera mendapatkan pertolongan serta penampungan yang aman.
Sumber: AntaraNews