Safari Ramadan, Kapolda Riau Tarawih dan Subuh Berjamaah di Pelalawan
Kapolda Irjen Muhammad Iqbal menekankan pentingnya kolaborasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Di tengah kesibukan tugasnya sebagai pemimpin tertinggi Kepolisian Daerah Riau, Irjen. Pol. Muhammad Iqbal tak pernah melupakan pentingnya menjaga kedekatan dengan masyarakat. Kamis, 6 Maret 2025, menjadi saksi bisu dari rangkaian kegiatan Safari Ramadan Kapolda Riau Irjen Iqbal di Kabupaten Pelalawan. Safari Ramadan kali ini bertujuan lebih dari sekadar menjalankan tradisi keagamaan.
Malam sebelumnya, yakni Rabu (5/5) Iqbal juga menjalani salat tarawih berjamaah di Mesjid Baitirahim, Pangkalan Kerinci. Iqbal didampingi Kapolres Pelalawan AKBP Afrizal Asri dan Kapolsek Pangkalan Kerinci AKP Tatit Rizkyan Hanafi.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara kepolisian dengan masyarakat, serta menjaga kondusivitas di tengah momen yang penuh berkah.
Di pagi yang masih buta dan sejuk, Kapolda Irjen Iqbal bersama istrinya Nindya Iqbal yang juga Ketua PD Bhayangkari Polda Riau beserta Pejabat Utama (PJU) menuju Kabupaten Pelalawan.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai pagi itu. Sebuah tanda betapa pentingnya nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong dalam setiap aspek kehidupan, baik di masyarakat maupun dalam kepolisian.
Setelah sahur, rombongan Kapolda melanjutkan perjalanan menuju Masjid Nurul Hijrah yang terletak di Jalan Cempaka Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.
Perjalanan menuju masjid tersebut merupakan bagian dari kegiatan Subuh Keliling yang digelar untuk lebih mendekatkan aparat kepolisian dengan umat muslim di Riau. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan, di saat Ramadan.
Sesampainya di Masjid Nurul Hijrah, rombongan Kapolda disambut hangat oleh Kapolres Pelalawan, AKBP Afrizal Asri, beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Pelalawan.
Sampai di masjid itu, Iqbal dan rombongan langsung menunaikan Salat Subuh berjemaah bersama masyarakat setempat. Keheningan masjid yang dipenuhi jamaah memberikan kesan mendalam. Memurut Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Nurul Hijrah, Syafrizal, masjid ini merupakan masjid tertua yang ada di Pangkalan Kerinci.
Masjid Nurul Hijrah telah menjadi saksi perkembangan dakwah dan ibadah bagi masyarakat setempat sejak lama. "Kedatangan Pak Kapolda dan jajaran merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi seluruh pengurus dan jamaah masjid," ujarnya.
Ia berharap kunjungan ini dapat semakin mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, serta membawa dampak positif bagi kemajuan masjid dan daerah Pangkalan Kerinci. Iqbal menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan yang hangat dari pengurus masjid dan masyarakat setempat.
"Kehadiran kami di sini bukan hanya sekadar melaksanakan kegiatan keagamaan, namun juga untuk mempererat tali silaturahmi dan menjaga hubungan yang baik antara kepolisian dan masyarakat," ujar jenderal polisi bintang dua itu.
Tak hanya itu, Iqbal mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Ia memberi apresiasi kepada masyarakat Pelalawan yang telah menjaga kondusivitas wilayah, terutama selama tahapan Pilkada hingga pelantikan Bupati dan Wakil Bupati.
Tidak lupa, Iqbal juga mengingatkan kepada seluruh anggotanya, terutama Bhabinkamtibmas, untuk terus meningkatkan upaya pencegahan dan membangun komunikasi dengan masyarakat, terlebih di bulan suci Ramadan yang penuh berkah ini.
Iqbal menjelaskan bagaimana kepolisian bersama TNI menjaga stabilitas wilayah demi kelancaran aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, memimpin sebuah kabupaten bukanlah tugas yang mudah.
"Kabupaten itu kompleks, di dalamnya ada manusia, sumber daya, organisasi, kelompok, dan berbagai dinamika lainnya. Tugas polisi dan TNI ini intangible, tidak bisa diukur dengan angka, tetapi dampaknya terasa dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Iqbal menegaskan bahwa keberhasilan menjaga keamanan dapat dilihat dari bagaimana masyarakat dapat beraktivitas secara efisien dan efektif.
"Salah satu indikatornya adalah pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pelalawan yang terbaik di Provinsi Riau. Stabilitas keamanan dan politik adalah faktor mendasar, yang dijaga oleh TNI dan Polri, tetapi tetap membutuhkan peran serta masyarakat," lanjutnya.
Dalam menghadapi bulan suci Ramadan, Polda Riau menerapkan strategi khusus dengan melakukan operasi mandiri kewilayahan.
"Biasanya kami menjalankan tugas rutin, tetapi di bulan Ramadan ini, kami menggunakan formula khusus untuk melayani dan mengayomi masyarakat agar kekhusyukan dan keberkahan Ramadan tetap terjaga," jelasnya.
Salah satu bentuk operasi ini adalah safari Ramadan, di mana jajaran kepolisian turun langsung menyapa masyarakat. Selain itu, pengamanan dilakukan pada saat tarawih dan berbuka puasa untuk memastikan ketertiban.
"Kami juga ikut membangunkan sahur, menggunakan kopiah sebagai simbol keberagaman. Ini menunjukkan bahwa toleransi adalah ciri khas Indonesia," tambahnya.
Meskipun jumlah personel TNI-Polri terbatas, stabilitas keamanan di Riau tetap terjaga berkat peran aktif masyarakat. Kapolda menekankan pentingnya kolaborasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat dalam menjaga keamanan lingkungan.
"Kami mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan dan menjaga lingkungannya sendiri. Pendekatan kami adalah sentuhan kemanusiaan. Saya perintahkan jajaran kepolisian untuk mendekati masyarakat, mencuri hati mereka agar bersedia membantu menjaga keamanan bersama," jelasnya.
"Keamanan bukan hanya tugas polisi dan TNI, tetapi tanggung jawab kita semua. Dengan kerja sama yang baik, kita bisa memastikan Riau tetap aman dan kondusif," pungkasnya.
Sebagai wujud apresiasi kepada pengurus masjid dan masyarakat setempat, Kapolda menyerahkan bingkisan kepada pengurus Masjid Nurul Hijrah. Bantuan ini bentuk perhatian dan dukungan Polri terhadap kegiatan keagamaan yang ada di wilayah Pelalawan.