LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Saat Tsunami Banten Menerjang Di Kecamatan Sumur Sedang Ada Pasar Malam

Pantauan merdeka.com, pascatsunami menerjang, kawasan Sumur memang sulit diakses. Selain banyak puing bangunan, di sekitar lokasi juga banyak bebatuan dan lumpur yang terbawa hempasan tsunami.

2018-12-26 11:03:00
Tsunami Banten
Advertisement

Kecamatan Sumur, Padeglang menjadi salah satu wilayah terparah dampak tsunami Banten. Diperkirakan banyak warga yang menjadi korban di kawasan tersebut. Apalagi saat tsunami terjadi di sekitar Kecamatan Sumur sedang ada pasar malam.

"Waktu kejadian itu ada acara di sini, pasar malam itu banyak yang jadi korban, ada puluhan orang semua kesapu," kata warga Sumur, Alfin (50) saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (26/12).

Selain itu, hunian warga rata-rata hanya berjarak 40-50 meter dari bibir pantai.

Advertisement

Pantauan merdeka.com, pascatsunami menerjang, kawasan Sumur memang sulit diakses. Selain banyak puing bangunan, di sekitar lokasi juga banyak bebatuan dan lumpur yang terbawa hempasan tsunami.

Meski demikian, tim gabungan dari Polri-TNI dan berbagai elemen masyarakat terus berupaya mencapai lokasi dan mendistribusikan makanan dan minuman juga pakaian layak pakai.

"Yang paling banyak meninggal di Sumur. Yang meninggal hampir 8.000 orang harus kita tolong," kata Bupati Pandeglang Irna Narulita kepada wartawan di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, Selasa (25/12) kemarin.

Advertisement

Terpisah, Kabid Humas Polda Banten, AKBP Edy Sumardi Priadinata, juga mengakui Kecamatan Sumur sangat sulit dijangkau. Namun, saat ini kecamatan tersebut sudah mulai didistribusikan keperluan warga.

"Kegiatan kita pada hari ini akan melakukan kegiatan trauma helling bantuan sembako dan alat kesehatan di Kecamatan Sumur. Hal ini karena Kecamatan Sumur sangat jauh dan Alhamdulillah sudah dua hari lalu tim sudah menembus ke daerah Kecamatan Sumur termasuk bapak Kapolda, Ibu Wakapolda berserta rombongan sudah menuju ke sana dan berikan bantuan serta trauma heling di sana. Kita juga laksanakan evakuasi jenasah yang ditemukan," katanya.

Data korban meninggal dan teridentifikasi

Biddokes Polda Banten sudah teridentifikasi berjumlah 217 korban tewas akibat tsunami. Data tersebut hasil rangkuman sampai pukul 08.00 WIB pagi ini.

"Korban meninggal yang dapat kami himpun di RS Pandeglang 238 orang, data sudah teridentifikasi 217 dan yang sudah diambil keluarga 215 orang dan yang belum diambil oleh keluarga 2 orang, dan yang belum teridentifikasi 21 orang," kata Edy saat konferensi pers di Hotel Wira Carita, Banten.

Pihaknya mengerahkan seluruh kekuatan gabungan untuk membantu para korban. Selain itu, petugas juga membuka beberapa titik tempat pengungsian.

"Kekuatan personel ada 1.300. Lalu tempat pengungsian itu ada di Kecamatan Carita, Kecamatan Sumur, Kecamatan Labuan, Kecamatan Caringin, Pulo SAR, Kecamatan Angsana, Kecamatan Panimbang, Kecamatan Cinangka, Kecamatan Mancak," ujarnya.

Sementara itu, Kabiddokes Polda Banten AKBP Nariyana, menambahkan bagi masyarakat yang merasa kehilangan keluarganya dipersilakan membawa data-data dan foto korban ke RSUD Berkah Pandeglang. Polisi juga membuka call center kepada masyarakat yang ingin mencari keluarga hilang usai tsunami Banten dan Lampung. Berikut nomor yang bisa dihubungi: 0878-8005-2760, 0852-1167-2708, 0852-1167-2721.

Baca juga:
PVBMG Duga Dentuman Keras Berasal dari Anak Gunung Krakatau
Banyak Isu Sesat Soal Tsunami Selat Sunda, BMKG Imbau Pantau 2 Sumber Ini
Deteksi Tsunami Susulan, BMKG Kepung Gunung Anak Krakatau dengan 6 Seismograf
Usai Tsunami, Anak Krakatau Masih Sering Keluarkan Dentuman
Polda Banten Kembali Identifikasi 208 Korban Tsunami
Pascatsunami Selat Sunda, 98,7 Persen BTS Telah Beroperasi
Relawan Gojo Salurkan Bantuan untuk Korban Tsunami Banten

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.