LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Saat tobat, mantan terpidana teroris ini dicap pengkhianat oleh rekannya

Sofyan juga mengaku dirinya kerap mendapatkan ancaman oleh rekan-rekannya dahulu

2018-02-28 21:26:20
Terorisme
Advertisement

Sofyan Tsauri merupakan salah satu mantan terpidana terorisme yang ikut dalam rekonsiliasi dengan korban yang diinisiasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Dia ditangkap pada tahun 2010 karena mengikuti pelatihan militer Al-Qaeda di Aceh. Namun, selama mendekam di penjara, dia menyadari jihad yang dilakukannya salah dan dan menyatakan telah bertaubat.

Sofyan mengaku dirinya kerap mendapatkan ancaman oleh rekan-rekannya dahulu. Dia cap sebagai seorang pengkhianat.

"Mereka balik meneror saya dianggapnya saya mengkhianati perjuangan tapi saya tidak peduli," ucapnya kepada wartawan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (28/2).

Advertisement

Namun, teror itu tak menghambat dirinya berupaya menderadikalisasi kawan-kawannya di lapas. Dia ingin mencerahkan kepada para teroris itu bahwa jalan jihad yang terdoktrin adalah salah.

"Kita terus mensosialisasikan masalah ini adanya evaluasi dalam gerakan jihad. Karena temen-temen ini di kalangan jihadis eksklusif di kehidupannya," terangnya.

Menurut dia, para narapidana terorisme itu sulit menerima evaluasi kecuali dari lingkaran dalam grup mereka sendiri. Maka dari itu, salah satu cara yang dilakukan untuk mengubah doktrin mereka adalah masuk dari dalam. Dengan cara ini, perlahan mengubah cara jihad mereka yang kerap menyerang dengan bom.

Advertisement

"Salah satu cara yang paling efektif yang bisa mengevaluasi gerakan ini adalah itu harus dari ingrup dari Al-Qaeda ini," jelasnya.

"Jadi tidak boleh lagi operasi ngebom sana ngebom sini. Bahkan tidak sampai di situ Imam Samudra, Muklas dan Amrozi (pelaku bom Bali) harus berpuasa dua bulan berturut-turut takut korbannya ada yang kaum muslimin," imbuhnya.

Dia menambahkan bahwa pelaku terorisme sekarang ini lebih banyak dipicu ketidakadilan terhadap umat muslim di dunia. Seperti yang kini terjadi dengan aneksasi di Palestina.

"Karena kalau kita bicara ini sangat berkaitan dengan situasi global saat ini masalah Palestina, masalah ketidakadilan terhadap umat islam ini yang memicu sebetulnya pemikiran radikalisme ini berkembang di masyarakat," ucapnya.

Baca juga:
Korban bom JW Marriott: Tuhan saja maha pemaaf, saya juga harus maafkan
Para korban ledakan bom tagih janji pemerintah
Tak dapat perhatian, anak korban bom Bali sempat ingin jadi teroris
Mantan terpidana terorisme ingin diterima di masyarakat
Ketika mantan teroris tagih Wiranto beri keringanan hukuman temannya

(mdk/rzk)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.