Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mantan terpidana terorisme ingin diterima di masyarakat

Mantan terpidana terorisme ingin diterima di masyarakat Silaturahmi korban dan mantan napi terorisme. ©2018 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Mantan narapidana terorisme dan para korban dipertemukan dalam acara bertajuk 'Satukan NKRI' di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (28/2). Dalam dialog dengan pemerintah, mempersilahkan mantan narapidana menyuarakan keinginan mereka.

Ali Fauzi, terpidana bom bali satu, mengaku banyak orang sepertinya ingin bisa kembali ke masyarakat. Salah satu keinginannya adalah bersekolah. Sebab, setelah keluar dari penjara, masyarakat memandangnya rendah.

"Saya bisa kemarin jadi ulat ada proses metamorfosis saya dianggap kemudian mampu jadi kepompong, jadi kupu-kupu dan anak kita semua tak takut sama kupu-kupu karenanya harapan saya daur ulang ini terus dilakukan terus diulang," ujarnya di hadapan para menteri yang hadir.

Dia juga meminta kepada Menteri Ketenagakerjaan Hanafi Dhakiri agar diberikan pelatihan untuk para mantan narapidana, terutama yang berada di Yayasan Lingkar Perdamaian, Lamongan. Menurutnya, para mantan teroris itu tak butuh uang tunai, tetapi mereka ingin mendapatkan kemampuan agar bisa kembali ke masyarakat.

"Kami tak ingin setiap hari mendapatkan ikan berilah kami kail dan jala, kami bisa ambil ikan itu sendiri," ujarnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan Syaiful Amir. Napiter asal Pare-Pare, Sulawesi Selatan ini meminta beasiswa kepada Menristek Dikti M Nasir agar diberikan kesempatan untuk kuliah. Sebab banyak dari para mantan napi ingin mengenyam pendidikan.

"Teman-teman kami banyak yang ingin kuliah apakah berpeluang untuk diberi beasiswa atau tidak," ujarnya.

Menjawab permintaan ini, Menristek Dikti M Nasir mengatakan akan memenuhi permintaan beasiswa itu. Namun, Kementeriannya hanya akan memberikan kepada anak-anak mereka selama 8 semester. Beasiswa itu juga diberikan kepada korban.

"Putra putri yang sedang atau akan kuliah nanti akan diberi. Dari pelaku atau korban berapa dan perguruan mana sampaikan ke saya akan saya berikan beasiswa," ujarnya.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mempertemukan 124 napiter dengan 51 korban aksi teror. Pada kesempatan ini diadakan dialog singkat dengan pemerintah. Hadir dalam kesempatan ini, Menkopolhukam Wiranto, Mensos Idrus Marham, Menristek Dikti Mohamad Nasir, dan Menaker Hanif Dhakiri.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP