Saat menyandera, Abu Sayyaf tanya agama ke seluruh tawanan
Tidak ada ancaman atau paksaan terhadap para sandera Abu Sayyaf yang non-muslim untuk masuk agama Islam.
Alfian Evis Repi (36) salah satu 10 Anak Buah Kapal (ABK) yang menjadi korban penyanderaan kelompok militan di Filipina, Abu Sayyaf tiba di kediamannya Jalan Swasembada Barat nomor 25, RT03/03 Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (2/5) sore. Alfian pun bercerita saat disandera hingga mengaku sebagai mualaf.
"Karena untuk ada rasa ingin menyelamatkan diri, ya mungkin di sana itu yang tangkap kami dari kelompok Abu Sayyaf, semua tahu (Kelompok Abu Sayyaf) muslim. Ya mereka tanya agamanya apa? Saya bilang mualaf. Jadi kita untuk menyelamatkan diri kita bilang kita mualaf. Mereka terima akhirnya," tuturnya, Rabu (3/5).
Di lanjutkannya, bahwa tidak ada ancaman atau paksaan terhadap para sandera Abu Sayyaf yang non-muslim untuk masuk agama Islam.
"Tidak ada. Semua diperlakukan dengan baik. Tidak ada yang dibeda-bedakan. Selain itu, tidak siksaan juga. Semua diperlakukan dengan baik selama kami di sana," lanjutnya.
Seperti diketahui, 10 Warga negara Indonesia (WNI) telah dilepaskan oleh kelompok Abu Sayyaf setelah lebih dari sebulan akhirnya tiba dengan selamat di Base ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Mereka datang sekitar pukul 23.28 WIB. Mereka terbang dari Balikpapan ke Jakarta dengan menggunakan pesawat jet berlogo Victory News. Pesawat itu khusus tim kemanusiaan Surya Paloh di bawah pimpinan Victor B Laiskodat.
Setelah turun dari pesawat, 10 WNI langsung disambut dan bersalaman oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Mensesneg, Pratikno dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Lalu, mereka langsung diarahkan masuk ke mobil Hiace.
Baca juga:
Pernah disandera Abu Sayyaf, Bayu Oktavianto tak kapok berlayar lagi
Bebas dari sandera Abu Sayyaf, Alvian senang bertemu keluarga
10 WNI dilepas Abu Sayyaf, dibayar atau karena diplomasi?
Kisah WNI disandera Abu Sayyaf, ngaku mualaf sampai lari di hutan
Sambut kedatangan Bayu Oktavianto di rumah, keluarga siapkan tumpeng