Rumah kerap kebanjiran, warga Depok ancam tuntut Pemkot soal pengelolaan sampah
Rumah kerap kebanjiran, warga Depok ancam tuntut Pemkot soal pengelolaan sampah. Warga sekitaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Depok mengeluhkan penumpukan sampah yang mencapai ratusan ton.
Warga sekitaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Depok mengeluhkan penumpukan sampah yang mencapai ratusan ton. Pasalnya gunungan sampah itu tidak dikelola dengan baik dan berdampak negatif bagi lingkungan. Salah satunya ke Kali Pesanggrahan yang mengalir di sekitar TPA Cipayung.
Bambang Sutrisno, warga RT 4/2, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan mengatakan, sampah yang tidak terkelola itu menyebabkan Kali Pesanggrahan dangkal. Sehingga saat hujan baik di Kota Depok atau Bogor sebagai hulu Kali Pesanggrahan, air Kali Pesanggrahan meluap dan membanjiri area rumah warga sekitar.
"Banjir, meski Depok enggak hujan. Sebab hulu Kali Pesanggrahan di Bogor. Waktu Bogor hujan, Kali Pesanggrahan meluap. Karena penyempitan dan pendangkalan dari sampah TPA Cipayung, air luber ke jalan dan rumah warga," kata Bambang kepada wartawan, Sabtu (2/6).
Rumahnya dengan TPA hanya berjarak 130 meter. Dia pun merasakan dampak luapan air Kali Pesanggrahan ini. Apalagi mereka mengalaminya di bulan Ramadan yang seharusnya dilalui dengan suasana khusyuk.
"Ada yang harus mengungsi karena banjir ini. Kasihan, padahal sekarang bulan Ramadan," ujarnya.
Dea Rosmawati warga RT 4/4, Kelurahan Pasir Putih, menuturkan, sebelum Ramadan luapan air dari Kali Pesanggrahan yang mendangkal karena TPA Cipayung ini bahkan sempat membanjiri pemukiman warga dengan ketinggian air mencapai 1 meter. Banjir itu menyebabkan seorang warga bernama Usman (50 tahun) hanyut dan akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
"Kalau Depok sedang hujan terus dan kiriman air dari Bogor di Kali Pesanggrahan. Air Kali meluap, jalan dan rumah warga banjir," kata Dea dengan wajah pias.
Warga lain, Suliyan (48 tahun), Ketua RT 6/4, Komplek Griya Sawangan Asri (GSA) mengatakan, sebelumnya pihak Pemkot Depok mengaku melakukan normalisasi Kali Pesanggrahan di sekitar TPA Cipayung. Kali dikeruk dengan menggunakan alat berat beko.
"Dikeruk di area yang mengalami penyempitan, tapi yang di kolong jembatan, yang selalu dilalui warga melintas itu enggak dikeruk. Jadi sama saja," papar Suliyan.
Kuasa hukum warga sekitar TPA Cipayung, Achmad Faisal mengatakan, jika Pemkot Depok tidak segera bertindak untuk memperbaiki lingkungan sekitar TPA Cipayung, seperti mengelola sampah dan menormalisasi Kali Pesanggrahan agar tidak merugikan warga, maka pihaknya akan melakukan upaya hukum.
"Kami tunggu itikad baik Pemkot Depok. Jika tidak direspons dengan baik keluhan warga, kami akan melakukan class action ke meja hijau," kata Faisal.
Baca juga:
Uang kompensasi bau sampah Bantargebang dicairkan sebelum Lebaran
Dana kompensasi bau sampah Bantargebang segera cair
DKI belum bayar, uang bau sampah Bantargebang akan ditalangi Pemkot Bekasi
Uang bau sampah tak kunjung cair, warga Bantargebang geruduk kantor pengelola
Warga area TPST Bantargebang protes dana kompensasi bau sampah belum cair
Perkenalkan Scavenger, aplikasi daur ulang sampah
Agung Podomoro luncurkan program tukar sampah plastik dengan saldo GO-PAY