LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Rumah bebas banjir ala Dedi Mulyadi mulai diresmikan

Rumah bebas banjir ala Dedi Mulyadi mulai diresmikan. Jika kondisi banjir parah terjadi, Mantan Bupati Purwakarta tersebut juga memberi gagasan tentang jalur evakuasi. Secara teknis, gang di kawasan rawan banjir harus diperlebar agar memudahkan proses tersebut.

2018-06-06 00:33:00
Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi
Advertisement

Raut kegembiraan tampak di wajah Hardiyono (56) dan Entin (52). Pasangan suami istri asal Kabupaten Bandung tersebut kini memiliki rumah bebas banjir. Rumah tersebut berlokasi di Desa Dayeuh Kolot, Kecamatan Dayeuh Kolot, sebuah kawasan langganan banjir.

Awalnya, Calon Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadir di desa tersebut pada Bulan Mei lalu. Dia menghadiri undangan salah seorang warga pegiat lingkungan di sepanjang bantaran Sungai Citarum.

Usai menanam pohon, mantan Bupati Purwakarta tersebut melihat sebuah rumah yang dihuni 7 orang. Selain kumuh, rumah itu juga sering dilanda banjir karena berlokasi tepat di bibir terpanjang di Jawa Barat itu. Hardiyono dan Entin mengeluhkan kondisi rumah tersebut.

Advertisement

Saat itu, Dedi Mulyadi mengajak warga sekitar untuk merobohkan rumah itu dan merenovasinya kembali. Desain rumah itu kini berubah menjadi rumah berjenis panggung dengan arsitektur 'julang ngapak'.

"Selain Sungai Citarum ini kita tata nanti, rumah dengan desain seperti ini pun kita terapkan di seluruh bantaran sungai. Nanti terbentang dari Kabupaten Bandung sampai Bekasi. Saat banjir, masyarakat aman," kata Dedi, Selasa (5/6).

Jika kondisi banjir parah terjadi, Mantan Bupati Purwakarta tersebut juga memberi gagasan tentang jalur evakuasi. Secara teknis, gang di kawasan rawan banjir harus diperlebar agar memudahkan proses tersebut.

Advertisement

"Warga harus leluasa untuk keluar dari wilayah banjir. Karena itu, harus kita buat jalurnya, gang di wilayah ini harus lebar," ujarnya.

Terkait pembangunan satu rumah panggung, Dedi Mulyadi mengatakan biaya yang diperlukan sangat murah. Yakni berkisar antara Rp 20 juta sampai Rp 30 juta saja.

Untuk biaya renovasi rumah milik Hardiyono dan Entin pun berasal dari patungan warga dan sumbangan pribadi kolega Dedi Mulyadi.

"Jadi, kemarin itu saya ada ide, ini warga yang kerjakan. Kalau diperkirakan satu rumah itu bisa habis sekitar Rp 20 juta," katanya.

Selain murah, rumah panggung itu memiliki fungsi selain untuk hunian. Bagian bawah rumah tersebut bisa digunakan untuk ternak.

"Multi fungsi loh, kolong rumahnya kan bisa untuk ternak. Sehingga, kebutuhan daging masyarakat nanti gak usah ke pasar, tinggal potong saja," ucapnya.

Baca juga:
Kampanye di Bojong Gede, Ridwan Kamil janjikan perbaikan jalan rusak
SBSI 1992 deklarasi dukung Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar
Disebut TB Hasanuddin melemah, ini reaksi tim Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar
Kunjungi Ponpes Al Falah Nagreg, Ridwan Kamil diminta perluas program Syiar Islam
Dedi Mulyadi: Politik itu bangun interaksi sosial dengan masyarakat

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.