LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ruki dinilai sengaja lemahkan KPK, diminta segera mundur

"Ini adalah preseden buruk karena negara jelas-jelas kalah dari kekuatan jahat korupsi itu sendiri."

2015-03-04 14:03:52
Plt Pimpinan KPK
Advertisement

Peneliti Indonesia Institute for Development and Democracy (INDED), Arif Susanto mengatakan, pernyataan Plt Ketua KPK Taufiequrachman Ruki yang menyebut bahwa mereka telah kalah dalam kasus Budi Gunawan, merupakan upaya pelemahan KPK dari dalam.

"Kita memang memiliki sejumlah koreksi terhadap para pimpinan KPK terdahulu. Tapi kita akui, mereka semua setidaknya masih bersikap pantang mundur. Tapi pimpinan KPK saat ini, yang belum dianggap sah karena baru Plt sementara, yaitu Taufiequrachman Ruki malah dengan mudahnya mengatakan bahwa KPK kalah," kata Arif dalam sebuah diskusi di Jalan KH Agus Salim, Jakarta Pusat, Rabu (4/3).

"Hal itu, dalam pandangan saya adalah sebuah ironi besar. Karena jika selama ini kekuatan jahat itu dilakukan oleh pihak di luar KPK, tapi Ruki malah menjadi bagian yang justru melemahkan KPK dari dalam," katanya menambahkan.

Arif menyarankan, Ruki sebaiknya mundur dari jabatannya yang sementara di KPK saat ini. Hal itu agar upaya-upaya pelemahan KPK tidak semakin gencar, apalagi berakibat fatal karena dilakukan langsung dari dalam jantung pertahanan KPK itu sendiri.

Dirinya bahkan mengatakan, berdasarkan pengamatannya, baru Ruki saja dalam sejarah pimpinan KPK, yang amat pesimis dalam upaya pemberantasan korupsi dari kasus-kasus yang ditangani lembaga anti rasuah tersebut.

"Sikap sepihak para pimpinan KPK saat ini yang malah terkesan lemah dengan menyerahkan kasus BG ke Kejagung, tentu membuat Ruki dan pimpinan KPK lainnya justru tidak mendapat legitimasi dari masyarakat dan semua unsur pendukung pemberantasan korupsi di Indoensia," kata Arif.

"Maka sebaiknya dia mundur, karena selama ini belum ada ketua KPK yang menyerah dan mengaku kalah terhadap kejahatan korupsi. Ini adalah preseden buruk karena negara jelas-jelas kalah dari kekuatan jahat korupsi itu sendiri," tandasnya.

Baca juga:
Aktivis YLBHI nilai pelemahan KPK terkait kasus BLBI
'Wajar Menteri Yuddy ingatkan pegawai KPK'
Aksi 'Kuda Troya' bertopeng Ruki simbol penyusup dan pelemahan KPK
Bertemu Ruki dkk, alumni pimpinan KPK ngaku bahas anak cucu

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.