Bertemu Ruki dkk, alumni pimpinan KPK ngaku bahas anak cucu
Merdeka.com - Mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abdullah Hehamahua menampik pertemuan pra alumni dengan pimpinan KPK membahas pelimpahan kasus Komjen Pol Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Abdullah berkelit pertemuan alumni dengan pimpinan KPK hanya membahas soal keluarga.
"Enggak ini bukan pertemuan, ini reuni alumni. Kita bahas cucu-cucu yang sudah mulai sekolah," kata Abdullah kepada wartawan di KPK, Jakarta, Rabu (4/3).
Disinggung soal adanya perpecahan di internal KPK lantaran keputusan pelaksana tugas (Plt) ketua KPK Taufiqurrahman Ruki yang melimpahkan kasus BG ke Kejagung. Terlebih adanya aksi penolakan keras dari karyawan KPK.
Abdullah menilai Ruki beserta pimpinan lainnya sudah mewakili keinginan rakyat. Dengan dalih Ruki ikut dalam aksi, dia menyebut pandangan Plt pimpinan KPK dengan rakyat sama.
"Protes kemaren itu kan ada Pak Ruki ikut serta kan. Jadi itu sudah mewakili. Artinya Pak Ruki sebagai Plt ketua dan mantan ketua KPK pertama ikut serta, berarti ruhnya dan jiwanya itu sama," jelas dia.
Abdullah menganggap pelimpahan kasus BG bukanlah sikap menyerah dari KPK. Kendati demikian, Abdullah mengakui kalau KPK kalah dalam kasus BG.
"Bukan menyerah, semua perlawanan pahlawan nasional terhadap penjajah semua kalah mulai dari Aceh sampe Maluku tapi tidak ada yang mengalah," pungkas dia.
Selain Abdullah ada Busyro Muqoddas (pimpinan 2010-2014), Tumpak Hatorangan Panggabean (pimpinan 2003-2007 dan plt pimpinan 2009-2010), Erry Riyana Hardjapamekas (pimpinan 2003-2007) dan Said Zainal Abidin (penasihat KPK periode 2009-2013) di Gedung KPK.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya