RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin Kini Sediakan Layanan Cuci Darah, Permudah Akses Pasien Gagal Ginjal
RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin kini resmi membuka layanan cuci darah atau dialisis, diharapkan dapat mengatasi antrean panjang dan rujukan pasien gagal ginjal kronis.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah milik Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kini meningkatkan fasilitas kesehatannya dengan menyediakan layanan dialisis atau cuci darah. Penambahan layanan vital ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan penanganan penyakit gagal ginjal kronis yang terus meningkat di wilayah tersebut. Wali Kota Banjarmasin menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah maju dalam pelayanan kesehatan publik.
Pembukaan layanan cuci darah ini merupakan respons terhadap tingginya angka kasus gagal ginjal stadium 5 di Banjarmasin yang memerlukan penanganan rutin. Dengan adanya fasilitas baru ini, pasien tidak perlu lagi menghadapi antrean panjang atau kesulitan rujukan ke rumah sakit lain. RSUD Sultan Suriansyah berkomitmen untuk memberikan akses layanan kesehatan yang lebih mudah dan cepat bagi warganya.
Layanan hemodialisis ini berlokasi strategis di lantai 1 gedung pelayanan terpadu, dirancang khusus untuk kenyamanan dan keamanan pasien. Meskipun saat ini belum dapat melayani pasien BPJS Kesehatan, pihak rumah sakit dan pemerintah kota terus berupaya agar layanan ini segera dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat melalui skema jaminan kesehatan tersebut.
Apresiasi Wali Kota dan Tantangan Implementasi
Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR, menyampaikan apresiasinya terhadap RSUD Sultan Suriansyah yang terus berkembang dan kini menyediakan layanan cuci darah. Beliau mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran yang telah bekerja keras mewujudkan fasilitas penting ini. "Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran RSUD Ulin yang telah bekerja keras hingga layanan dialisis atau cuci darah ini dapat terwujud," ujar Yamin, menggarisbawahi upaya kolektif di balik pencapaian ini.
Menurut Yamin, mewujudkan layanan dialisis bukanlah tugas yang mudah, sebab memerlukan komitmen kuat, kesiapan sumber daya manusia yang terlatih, sarana pendukung yang memadai, serta perizinan regulasi standar keselamatan yang ketat. Semua elemen ini harus terpenuhi untuk memastikan kualitas dan keamanan layanan bagi pasien.
Setelah layanan ini terwujud, Yamin berharap agar secepatnya dapat melayani pasien dengan BPJS Kesehatan. Beliau juga menekankan pentingnya transparansi kepada masyarakat bahwa untuk saat ini layanan belum bisa melayani BPJS Kesehatan guna menghindari kesalahpahaman. "Jadi kami memohon maaf untuk saat ini layanan belum bisa melayani BPJS kesehatan. Ini harus kita buka dan informasikan terlebih dulu kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman," tambahnya.
Pemerintah Kota Banjarmasin akan terus mendorong agar BPJS Kesehatan dapat segera menerima layanan dialisis di RSUD Sultan Suriansyah. "Makanya ini harus kita dorong lebih semangat lagi, agar bisa BPJS kesehatan menerima di rumah sakit untuk layanan dialisis nya. Kalau memang kemudian ada persyaratan atau apa dan lain sebagainya, kami gerak cepat akan segera berdiskusi dan coba memenuhi," tegas Yamin, menunjukkan komitmen penuh dalam memastikan aksesibilitas layanan.
Data Kasus Gagal Ginjal dan Solusi Layanan Dialisis
Direktur RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin, Syaukani, menjelaskan bahwa layanan cuci darah ini berlokasi strategis di lantai 1 gedung pelayanan terpadu. Area ini dirancang khusus untuk memberikan kenyamanan dan keamanan optimal bagi setiap pasien yang menjalani proses hemodialisis. Lokasi yang mudah dijangkau menjadi salah satu prioritas dalam penyediaan fasilitas ini.
Syaukani menuturkan alasan utama hadirnya layanan dialisis ini didasarkan pada data kasus gagal ginjal yang signifikan. Per 30 November 2025, tercatat 76 kasus gagal ginjal stadium 5 untuk rawat jalan, 29 kasus rawat inap, dan sebanyak 75 kasus dirujuk untuk hemodialisis. Angka-angka ini menunjukkan kebutuhan mendesak akan fasilitas cuci darah di Banjarmasin.
Data tersebut semakin menguatkan tingginya angka kasus gagal ginjal kronis di Kota Banjarmasin yang memerlukan penanganan cuci darah secara rutin. Dengan dibukanya layanan ini, diharapkan dapat secara signifikan menyelesaikan masalah rujukan pasien dan antrean panjang yang selama ini kerap dialami oleh warga. Ini adalah langkah konkret pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Ini menjadi gambaran bahwa kasus gagal ginjal yang memerlukan cuci darah di Banjarmasin itu cukup banyak, sehingga menjadi keharusan bagi kita khususnya bagi Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Rumah Sakit Sultan Suriansyah untuk menjamin layanan kesehatan ini bisa dilayani di rumah sakit milik Pemerintah Kota Banjarmasin," demikian Syaukani, menegaskan pentingnya peran RSUD dalam menyediakan layanan esensial ini.
Sumber: AntaraNews