RS Unand Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis Sepanjang Tahun, Wujudkan Senyum Anak Indonesia
Rumah Sakit Universitas Andalas (Unand) secara konsisten menyelenggarakan program Operasi Bibir Sumbing Gratis dan celah langit-langit, menawarkan harapan baru bagi anak-anak di Sumatera Barat.
Rumah Sakit Universitas Andalas (Unand) di Kota Padang, Sumatera Barat, kembali menegaskan komitmennya dalam kepedulian sosial melalui program operasi bibir sumbing dan celah langit-langit gratis. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup anak-anak di provinsi tersebut. Program ini terbuka bagi semua pasien yang membutuhkan, tanpa batasan waktu atau kuota khusus.
Direktur Utama Rumah Sakit Unand, Muhammad Riendra, pada Minggu (24/5), menyatakan bahwa layanan ini tersedia kapan saja dengan dukungan tim dokter spesialis. Program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan yang telah rutin dilaksanakan sejak tahun 2018. RS Unand bekerja sama dengan berbagai mitra, termasuk Smile Train dan yayasan sosial lainnya.
Layanan operasi bibir sumbing gratis ini tidak hanya terbatas pada kegiatan bakti sosial tertentu, melainkan tersedia sepanjang tahun bagi masyarakat. Pada tahun ini, sebanyak 12 pasien telah dijadwalkan untuk menjalani operasi selama dua hari pelaksanaan. Hal ini menunjukkan dedikasi RS Unand dalam memberikan akses kesehatan yang merata.
Dampak Positif Operasi Bibir Sumbing Gratis bagi Tumbuh Kembang Anak
Kondisi bibir sumbing dan celah langit-langit memiliki dampak yang luas, tidak hanya pada aspek kesehatan fisik anak. Anak-anak penderita seringkali mengalami kesulitan dalam makan dan minum, yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan mereka secara optimal. Asupan nutrisi yang tidak memadai menjadi salah satu kekhawatiran utama bagi orang tua.
Selain masalah fisik, kondisi ini juga sangat memengaruhi perkembangan psikologis dan sosial anak. Stigma sosial yang melekat pada bibir sumbing dapat menurunkan rasa percaya diri anak, membuat mereka menarik diri dari lingkungan pergaulan. Hal ini berpotensi mengganggu interaksi sosial dan proses belajar mereka di sekolah.
Melalui program operasi bibir sumbing gratis ini, RS Unand berharap dapat memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk tumbuh lebih sehat dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Operasi ini bukan sekadar tindakan medis, melainkan juga investasi untuk masa depan anak-anak. Diharapkan mereka dapat meraih potensi penuh tanpa terbebani kondisi bawaan lahir.
Komitmen Berkelanjutan RS Unand Melalui Program Sosial
Konsistensi Rumah Sakit Unand dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat patut diapresiasi. Wakil Rektor II Unand, Hefrizal Handra, menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah nyata. Berdasarkan estimasi jumlah kasus bibir sumbing di Ranah Minang, kontribusi rumah sakit perguruan tinggi ini sangat signifikan.
Program ini merupakan hasil kolaborasi erat dengan berbagai pihak, termasuk Smile Train, Dharma Wanita Persatuan RS Unand, dan Ikatan Istri Dokter Indonesia cabang Padang. Kerja sama multipihak ini memastikan keberlanjutan dan jangkauan layanan operasi bibir sumbing gratis. Hal ini juga menunjukkan semangat gotong royong dalam upaya kemanusiaan.
Ketua Dharma Wanita Persatuan Rumah Sakit Unand, Rina Jumita, menekankan bahwa kegiatan sosial ini adalah wujud kepedulian dan empati terhadap masyarakat. Ia berharap semakin banyak masyarakat yang mengetahui bahwa layanan operasi bibir sumbing dapat diakses secara gratis. Dengan demikian, anak-anak penderita dapat memperoleh penanganan sedini mungkin.
Hefrizal Handra menambahkan bahwa program ini melampaui sekadar pelayanan medis. Ini adalah bentuk nyata dalam menghadirkan harapan dan mengembalikan rasa percaya diri anak-anak. Universitas Andalas, yang diresmikan oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta pada tahun 1956, terus berupaya memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.
Sumber: AntaraNews