Ribuan Santri Gontor Ikuti Jambore Pramuka Muslim Dunia 2025: Tahukah Anda Ini Kali Pertama di Indonesia?
Ribuan santri Pondok Modern Darussalam Gontor diberangkatkan mengikuti Jambore Pramuka Muslim Dunia 2025 di Cibubur. Simak detail persiapan dan harapan mereka!
Ribuan santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) akan berpartisipasi dalam Jambore Pramuka Muslim se-Dunia (World Muslim Scout Jamboree/WMSJ) 2025. Acara akbar ini dijadwalkan berlangsung di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, mulai tanggal 9 hingga 14 September 2025. Keikutsertaan ribuan santri ini menandai persiapan matang yang telah dilakukan oleh PMDG untuk ajang internasional tersebut.
Pelepasan kontingen santri dilakukan di Lapangan Aligarh, Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Ponorogo, pada Minggu lalu. Al-Ustadz Sutrisno Ahmad, yang mewakili pimpinan PMDG, secara resmi melepas para peserta dalam sebuah upacara khidmat. Momen ini menjadi titik awal perjalanan para santri menuju pengalaman berharga di kancah pramuka global.
Dari total 2.000 peserta yang dikirim oleh PMDG, sebanyak 510 di antaranya berasal langsung dari Ponorogo. Mereka terdiri dari 459 pramuka penggalang dan didampingi oleh 51 pendamping. Para peserta ini telah dibagi ke dalam 51 regu, menunjukkan organisasi yang rapi dalam persiapan kontingen.
Persiapan Matang Kontingen Gontor
Setelah upacara pelepasan, para peserta Jambore Pramuka Muslim Dunia tampak sibuk memeriksa kembali perlengkapan pribadi yang akan mereka bawa. Ransel-ransel mereka berisi berbagai kebutuhan dasar seperti senter, kompas, dan perlengkapan pribadi lainnya yang esensial untuk kegiatan perkemahan. Persiapan detail ini menunjukkan keseriusan mereka dalam menghadapi tantangan jambore.
Salah satu santri peserta, Rais, mengungkapkan antusiasmenya. “Ini kesempatan berharga bisa bertemu dengan pramuka dari berbagai negara. Saya sangat senang,” ujarnya. Pernyataan Rais mencerminkan semangat kebersamaan dan keinginan untuk menjalin persahabatan lintas negara yang menjadi salah satu tujuan utama jambore ini.
Kontingen PMDG yang diberangkatkan untuk Jambore Pramuka Muslim Dunia 2025 memiliki jumlah yang signifikan. Sebanyak 2.000 peserta akan mewakili PMDG, dengan rincian 510 peserta berasal dari Ponorogo. Peserta dari Ponorogo terbagi menjadi 459 pramuka penggalang dan 51 pendamping, yang tersebar dalam 51 regu.
Keistimewaan Jambore dan Harapan
Muhammad Ilhamsyah Ainur, pendamping pramuka PMDG, menyoroti keistimewaan Jambore Pramuka Muslim Dunia kali ini. Menurutnya, jambore ini sangat istimewa karena untuk pertama kalinya diselenggarakan di Indonesia. Selain itu, kegiatan ini akan diikuti oleh peserta dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Maladewa, dan Thailand, memperkaya interaksi budaya dan pengalaman.
Berbagai kegiatan telah disiapkan untuk mengisi jambore, mulai dari survival skill, penghijauan, penampilan yel-yel, hingga latihan baris-berbaris. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk mengasah kemampuan pramuka, menumbuhkan kepedulian lingkungan, serta mempererat tali persaudaraan antarpeserta. Program yang variatif ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang komprehensif bagi para santri.
Ahmad Sujai dari PMDG menambahkan bahwa seluruh peserta telah menjalani latihan intensif selama setahun terakhir. Latihan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan fisik dan mental mereka dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan jambore. Persiapan yang matang ini diharapkan dapat memaksimalkan partisipasi dan manfaat yang diperoleh para santri.
“Harapannya, para santri bisa pulang dengan pengalaman baru yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun teman-temannya di pondok,” tutur Ahmad Sujai. Pernyataan ini menegaskan visi PMDG untuk tidak hanya mengirimkan peserta, tetapi juga memastikan mereka kembali dengan bekal pengetahuan dan pengalaman yang dapat dibagikan dan diterapkan di lingkungan pondok.
Sumber: AntaraNews