LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Rentetan Demo di Daerah, PGI Ajak Masyarakat Jaga Ruang Perjuangan Tetap Bermoral dan Beradab

Demonstrasi di beberapa daerah bentuk solidaritas meninggalnya Affan Kurniawan, driver ojek online yang meninggal tertabrak mobil Rantis Brimob.

Sabtu, 30 Agu 2025 15:42:00
pgi
Kericuhan ini merupakan buntut dari peristiwa seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan yang tewas dilindas kendaraan taktis Brimob pada Kamis (28/8) sore saat aksi demo di Pejompongan. (© 2025 Liputan6.com)
Advertisement

Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Jacklevyn Manuputty angkat bicara terkait demonstrasi pelbagai elemen masyarakat di sejumlah daerah. Rentetan demonstrasi itu dilakukan sejumlah massa sebagai bentuk solidaritas terkait kematian Affa Kurniawan, driver ojek online meninggal dunia ditabrak kendaraan rantis Brimob Polda Metro Jaya.

Jacklevin mengingatkan masyarakat untuk menjaga agar ruang perjuangan tetap berlandaskan moral dan menghindari tindakan anarkis.

"Menyerukan kepada masyarakat agar tidak membiarkan amarah mengaburkan akal sehat. Kita butuh ketenangan, bukan karena kita lemah, tapi karena kita ingin tuntutan-tuntutan kita dicapai dengan bermartabat," kata Manuputty dalam keterangan tertulis Sabtu (30/8).

Manuputty mengajak semua pihak untuk menjaga agar perjuangan tetap beradab dan tidak melenceng dari nilai-nilai kemanusiaan.

Advertisement

Penanganan Demonstrasi Berlebihan

Kericuhan ini merupakan buntut dari peristiwa seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan yang tewas dilindas kendaraan taktis Brimob pada Kamis (28/8) sore saat aksi demo di Pejompongan. © 2025 Liputan6.com

Dia menegaskan bahwa demonstrasi seharusnya tidak dipandang sebagai suatu ancaman, melainkan sebagai refleksi dari ketidakpuasan yang tidak dapat lagi ditekan, serta harapan yang selalu diabaikan.

Manuputty juga memberikan kritik terhadap cara penanganan demonstrasi yang sering kali melibatkan kekerasan berlebihan dari aparat keamanan.

Advertisement

“Alangkah pilu ketika suara-suara para demonstran itu dibalas dengan kekerasan. Ketika tangan yang seharusnya melindungi justru menindas. Ketika gas air mata serta meriam air menggantikan dialog, dan pentungan menggantikan empati. Kita tidak sedang menjaga ketertiban; kita sedang mengkhianati keadilan,” ujar dia.

Kebijakan Memicu Kemarahan Masyarakat

Kericuhan ini merupakan buntut dari peristiwa seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan yang tewas dilindas kendaraan taktis Brimob pada Kamis (28/8) sore saat aksi demo di Pejompongan. © 2025 Liputan6.com

Manuputty menegaskan kepada para politisi agar tidak menjadikan kemarahan masyarakat sebagai alat untuk kepentingan politik.

Dia menjelaskan bahwa kemarahan tersebut muncul akibat kebijakan yang merugikan dan kepemimpinan yang tidak peduli.

"Jangan pura-pura lupa, kemarahan rakyat bukan datang dari ruang kosong. Ia lahir dari janji-janji yang dikhianati, dari kebijakan yang menyakiti, dari kepemimpinan yang abai. Jangan mempolitisir luka yang kalian torehkan," tutur Manuputty.

Menurut Manuputty, penting bagi para pemimpin untuk memahami akar dari kemarahan rakyat. Dia mengingatkan bahwa reaksi masyarakat bukanlah tanpa sebab, melainkan hasil dari tindakan yang dianggap tidak adil. Oleh karena itu, para politisi seharusnya lebih sensitif terhadap suara rakyat dan tidak menggunakan kemarahan tersebut untuk kepentingan politik mereka.

Polisi Diminta Usut Kematian Affan Kurniawan

Kericuhan ini merupakan buntut dari peristiwa seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan yang tewas dilindas kendaraan taktis Brimob pada Kamis (28/8) sore saat aksi demo di Pejompongan. © 2025 Liputan6.com

Terkait dengan insiden yang menewaskan pengemudi ojek online (ojol) akibat dilindas oleh kendaraan taktis Brimob, PGI meminta agar aparat penegak hukum menangani kejadian tragis ini dengan cara yang jujur dan transparan, serta mengesampingkan aspek impunitas. Manuputty menegaskan bahwa tidak hanya aparat penegak hukum yang perlu bertindak, tetapi seluruh bangsa Indonesia harus memiliki keberanian untuk mengakui kesalahan dan melakukan perbaikan.

Advertisement

Dia mengajak masyarakat untuk membangun negara ini melalui proses refleksi, bukan dengan tindakan repressive. "Bukan dengan ketakutan, tetapi dengan keberanian untuk berubah. Suara rakyat bukan untuk dibungkam, tetapi untuk didengar, dipahami, dan dijadikan arah," pungkasnya. Dengan demikian, penting bagi kita semua untuk mendengarkan aspirasi rakyat dan menjadikannya sebagai pedoman dalam pembangunan bangsa ke depan.

Berita Terbaru
  • Rano Karno Peringatkan Jalan Amblas Bisa Terjadi di Titik Lain Jakarta
  • Pacu Inovasi dan Kinerja, Kemendagri Beri Apresiasi untuk Pemda Berprestasi di Sulawesi
  • Bareskrim Buru Pemilik New Zone Medan, Eddy Awie DPO Kasus Narkoba
  • Peran Penting Antimalaadministrasi Kampus dalam Tingkatkan Kualitas Layanan Publik
  • Wali Kota Makassar Lepas Ribuan Peserta Makassar Half Marathon 2026, Gaungkan Sport Tourism di Timur Indonesia
  • berita update
  • demo hari ini
  • pgi
Artikel ini ditulis oleh
Editor Muhamad Agil Aliansyah
L
Reporter Lizsa Egeham
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.