Rencana Pemindahan Patung Jenderal Sudirman Batal
Keputusan mempertahankan posisi patung untuk mengakhiri perdebatan atau polemik di masyarakat terkait rencana penataan kawasan tersebut.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung membatalkan rencana pemindahan Patung Jenderal Sudirman. Pembatalan itu seiring pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD) Duku Atas melalui pembangunan pedestrian deck yang dicanangkan rampung pada tahun 2028.
Menurut Pramono, keputusan mempertahankan posisi patung untuk mengakhiri perdebatan atau polemik di masyarakat terkait rencana penataan kawasan tersebut.
"Yang paling penting setelah kami merenungkan berhari-hari, patung Jenderal Sudirman tetap akan di tempat ini. Jadi tidak akan kita geser," kata Pramono di kawasan Dukuh Atas, Jakarta, Minggu (21/6).
Meski demikian, ia memastikan penataan kawasan akan tetap dilanjutkan dengan mengedepankan aspek estetika, kenyamanan, dan fungsi ruang publik bagi masyarakat.
"Supaya tidak menjadi polemik, tempat ini menjadi tempat lebih baik, lebih indah," ujarnya.
Sempat Ingin Dipindahkan
Diketahui, Pramono sempat ingin memindahkan patung Jenderal Sudirman di Jakarta Pusat, ke titik perbatasan antara Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman. Pemindahan diharapkan dapat membuat keberadaan patung Jenderal Sudirman lebih ikonik, dan mudah dinikmati masyarakat.
"Patung Sudirman tentu kita harus memberikan apresiasi karena bagaimanapun ini adalah jenderal besar. Sehingga nanti kalau di Dukuh Atas akan dibangun, dikoneksikan, Patung Sudirman harus ditempatkan yang betul-betul di depan," kata Pramono pada 3 Oktober 2025.