LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Relokasi SDN 10 Linge Mendesak, Satgas PRR: Sekolah di Zona Merah Bencana

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana menegaskan **relokasi SDN 10 Linge** di Aceh Tengah sangat mendesak karena berada di zona merah rawan bencana, demi menjamin keselamatan siswa dan guru.

Sabtu, 30 Mei 2026 18:01:09
aceh tengah
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana menegaskan **relokasi SDN 10 Linge** di Aceh Tengah sangat mendesak karena berada di zona merah rawan bencana, demi menjamin keselamatan siswa dan guru. (AntaraNews)
Advertisement

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana menyatakan bahwa SDN 10 Linge Kabupaten Aceh Tengah yang siswanya masih belajar di tenda darurat harus direlokasi. Keputusan ini diambil karena lokasi sekolah tersebut berada pada titik rawan bencana atau zona merah.

Sekolah dasar ini sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial beberapa waktu lalu, lantaran proses belajar-mengajar masih berlangsung di tenda pengungsian. Situasi ini dialami oleh para siswa dan guru di Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.

Ketua Tim Satgas PRR Aceh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Imran, telah meninjau langsung kondisi SDN 10 Linge. Peninjauan ini dilakukan sesuai arahan Menteri Dalam Negeri untuk melihat kondisi sekolah yang menjadi topik pembahasan hangat, sekaligus menegaskan urgensi relokasi demi keselamatan seluruh pihak.

Urgensi Relokasi SDN 10 Linge dari Zona Merah Bencana

Imran menegaskan bahwa SDN 10 Linge masuk dalam kategori zona merah, sehingga relokasi menjadi langkah mutlak untuk menjamin keselamatan siswa maupun guru yang mengajar di sana. Kondisi ini memerlukan penanganan cepat untuk menghindari risiko bencana yang tidak diinginkan.

Advertisement

Berdasarkan analisis dari pusat vulkanologi dan data satelit, lokasi sekolah tersebut memang berada di titik zona merah bencana. Hal ini menjadi dasar kuat bagi pemerintah untuk segera mencarikan tanah baru yang lebih aman untuk pembangunan sekolah.

Pemerintah berprinsip bahwa pembangunan infrastruktur pascabencana, baik itu rumah maupun fasilitas umum seperti sarana pendidikan dan kesehatan, tidak boleh berada di zona rentan bencana susulan. Prinsip ini menjadi pedoman utama dalam setiap upaya rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah terdampak bencana.

Advertisement

Proses dan Kriteria Penentuan Lokasi Baru yang Aman

Untuk menentukan lokasi sekolah baru, Imran meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab), reje (kepala desa), kepala sekolah, beserta tokoh masyarakat untuk duduk bermusyawarah. Musyawarah ini bertujuan untuk memutuskan lokasi yang paling tepat dan aman untuk membangun sekolah baru, baik untuk tingkat TK, SD, maupun SMP.

Lokasi yang dipilih harus memenuhi kriteria legalitas, yaitu clear and clean, aman, dan diharapkan tidak masuk dalam tanah konflik. Persyaratan ini penting agar proses pembangunan ke depan dapat berjalan lancar tanpa hambatan hukum atau sosial.

Ketersediaan lahan yang aman dan legal menjadi kunci utama dalam percepatan pembangunan fasilitas pendidikan. Proses ini melibatkan koordinasi erat antara pemerintah daerah dan masyarakat setempat untuk mencapai kesepakatan terbaik.

Mekanisme Pengajuan dan Percepatan Pembangunan Sekolah

Imran menjamin bahwa jika lokasi sekolah baru yang aman dari bencana telah ditetapkan, proses administrasi pengusulan pembangunan sekolah tidak akan terhambat. Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menyediakan fasilitas pendidikan yang layak dan aman bagi anak-anak di Aceh Tengah.

Proposal pembangunan sekolah baru harus segera dikirimkan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, serta ditembuskan kepada Ketua Satgas PRR. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat proses persetujuan dan alokasi anggaran, sehingga pembangunan dapat segera dimulai.

Dengan adanya koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan pembangunan sekolah baru dapat segera terwujud. Hal ini akan memungkinkan siswa dan guru SDN 10 Linge kembali belajar dalam lingkungan yang kondusif dan bebas dari ancaman bencana.

Advertisement

Sumber: AntaraNews

Berita Terbaru
  • Presiden Prabowo Bentuk Komite Kereta Cepat, AHY Ditunjuk sebagai Ketua
  • Sensus Ekonomi Kobar 2026 Dimulai, BPS Fokus Data Usaha Besar dan Menengah
  • Devisa Pariwisata Bali Sumbang 55 Persen ke Nasional, Bukti Ketahanan Ekonomi Pulau Dewata
  • Pemprov Papua Tengah Fasilitasi 1.000 Guru Ikuti PPG, Tingkatkan Kompetensi dan Pemerataan Pendidikan
  • Pelaksanaan Kurban Kuningan Berjalan Lancar, DPRD Jabar Apresiasi Semangat Berbagi
  • aceh tengah
  • bencana alam
  • infrastruktur pendidikan
  • kemendagri
  • konten ai
  • merdekaantara
  • pendidikan aceh
  • relokasi sekolah
  • satgas prr
  • sdn 10 linge
  • sekolah aman
  • zona merah bencana
Artikel ini ditulis oleh
Editor Redaksi Merdeka
R
Reporter Redaksi Merdeka
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.