Rektor Unand Optimistis: Lulusan Unand Siap Wujudkan 'Indonesia Terang' dengan Program Magang Berbayar
Rektor Unand Efa Yonnedi yakin lulusan Unand mampu mewujudkan 'Indonesia terang' melalui program magang berbayar pemerintah, membuka peluang kerja global bagi ribuan fresh graduate.
Rektor Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat, Efa Yonnedi, menyampaikan optimisme tinggi terhadap para lulusannya. Ia meyakini bahwa para wisudawan mampu berkontribusi signifikan dalam mewujudkan visi "Indonesia terang" di masa depan. Pernyataan ini disampaikan pada acara Wisuda IV Unand di Padang pada hari Sabtu lalu.
Optimisme tersebut didasari oleh dukungan kuat dari berbagai program pemerintah yang sedang berjalan. Salah satunya adalah inisiatif program magang berbayar bagi lulusan baru yang tengah disiapkan oleh Pemerintahan Presiden Prabowo. Program ini diharapkan dapat mempercepat penyerapan tenaga kerja muda.
Efa Yonnedi juga menyoroti kualitas global lulusan Unand yang semakin diakui di kancah internasional. Hal ini terbukti dengan adanya tawaran kerja di luar negeri bahkan sebelum wisuda. Ini menunjukkan kesiapan lulusan Unand untuk bersaing secara global.
Program Magang Berbayar: Jembatan Lulusan Baru Menuju Dunia Kerja
Pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, sedang menggodok program paket ekonomi 2025. Salah satu poin penting dalam kebijakan ini adalah pengadaan program magang berbayar yang ditujukan khusus bagi lulusan baru atau fresh graduate. Inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk mengatasi tantangan transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) saat ini tengah mematangkan detail program tersebut. Tujuannya adalah untuk mempercepat proses penyerapan lulusan baru ke dalam dunia kerja. Program ini juga dirancang untuk membekali mereka dengan pengalaman profesional yang relevan dengan kebutuhan industri.
Efa Yonnedi, yang juga mantan konsultan Bank Dunia, memperkirakan bahwa sekitar 20 ribu lulusan baru di seluruh Indonesia akan dapat bergabung dalam program magang ini. Kebijakan magang berbayar ini dinilai sangat relevan dan strategis. Terutama bagi lulusan Unand dan lulusan perguruan tinggi lainnya yang belum memiliki pengalaman kerja.
Kualitas Lulusan Unand Diakui Internasional: Menuju Kampus Kelas Dunia
Kualitas lulusan Unand terus menunjukkan peningkatan signifikan dan mendapatkan pengakuan di level internasional. Sebuah bukti konkret adalah enam fresh graduate dari Fakultas Keperawatan Unand yang telah menerima tawaran bekerja di Austria. Tawaran ini diterima bahkan sebelum mereka resmi menamatkan studi mereka.
Ini berarti, setelah prosesi wisuda dilaksanakan, keenam lulusan Unand tersebut akan segera berangkat ke Eropa. Mereka akan berkarya sebagai tenaga medis profesional, menambah daftar panjang alumni yang sukses di kancah global. Pencapaian ini menegaskan reputasi Unand dalam menghasilkan tenaga kerja berkualitas tinggi.
Permintaan terhadap lulusan Unand untuk bekerja di Eropa ini sekaligus menjadi indikator bahwa perguruan tinggi tertua di luar Pulau Jawa ini mampu bersaing. Unand, yang diresmikan oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta pada tahun 1956, semakin mendekati targetnya untuk menjadi perguruan tinggi kelas dunia. Kualitas ini menjadi modal penting dalam mewujudkan "Indonesia terang" yang dicanangkan.
Sumber: AntaraNews