LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

'Rebutan kursi Kapolri, perang Jenderal selamatkan gerbong'

Semenjak menjadi seorang jenderal, karir seorang polisi sudah diwarnai nuansa politis. Harus pintar-pintar cari gerbong.

2015-01-19 21:31:00
Budi Gunawan tersangka
Advertisement

Sepertinya bukan rahasia umum lagi, bila perebutan kursi Kapolri selalu diidentikan dengan kata 'perang bintang'. Para Jendral bintang Dua (Irjen) senior dan juga Bintang Tiga (Komjen), siap bersaing menjadi pucuk pimpinan tertinggi Korps Bhayangkara ini.

Setiap persaingan, para Calon Kapolri diketahui memiliki gerbong masing-masing dalam setiap angkatanya. Apabila angkatan Akpol tertentu yang menjadi kapolri, maka karier kepolisian yang lain disebut akan tersendat nantinya.

"Misalkan waktu pergantian Kapolri Timur Pradopo ke Sutarman. Itu kan lulusan Akpol 78 pindah ke Akpol 81. Karier Akpol 79 dan 80 bisa dikatakan berakhir. Karena nanti gerbongnya Pak Tarman semua yang menduduki jabatan strategis," kata seorang perwira yang enggan disebutkan namanya saat berbincang dengan merdeka.com, Senin (19/1).

Menurut pria yang sudah puluhan tahun menjadi polisi ini, persaingan kursi Kapolri tahun ini adalah persaingan antara Akpol lulusan 83 dan Akpol lulusan 82 yang merasa lebih pantas menduduki kursi Kapolri. Namun demikian, menurutnya pemilihan Kapolri merupakan hak Prerogratif Presiden.

"Saya kira ini persaingan Akpol 82 sama 83. Kalau berdasarkan masa pensiun emang sudah jatahnya Akpol 83 (Budi Gunawan) tahun ini. Apalagi calon Panglima nanti kan kuatnya Pak Agus Supriatna dari Angkatan Udara lulusan 83," jelasnya.

Dia melanjutkan, setiap perwira yang sudah mendapatkan bintang satu di pundaknya, pasti sudah memilih gerbong mana yang akan dipilihnya untuk bisa menyelamatkan karir. Bagaimana memilih kawan supaya bisa terus memegang tongkat komando.

"Pak Tarman dan Pak Timur itu satu gerbong. Lihat aja karir pak Tarman selalu menggantikan kursi Pak Timur sampai yang terakhir menjadi Kapolri ," tandasnya.

Baca juga:
Ini saran Habibie untuk Komjen Budi Gunawan
Usai diperiksa, saksi kunci tutupi korupsi Komjen Budi
JK sebut Plt Kapolri ada sampai masalah Komjen Budi kelar
Polisi bawahan prihatin lihat para jenderal berebut posisi
Satu Pamen Polri saksi kasus Komjen Budi mangkir
Polisi bawahan tak mau ikut pusing dengan konflik para Jenderal

(mdk/ian)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.