Ratusan Karya Seni Dipamerkan di Pasar Seni ITB 2025, Dikunjungi Setengah Juta Orang
Pasar Seni ITB kembali digelar dengan menampilkan ratusan karya seni dari sejumlah seniman terkemuka.
Antusiasme publik terhadap gelaran Pasar Seni ITB begitu tinggi pada Minggu (19/10). Sejak pagi, ribuan warga telah memadati area jalan dan Kampus Ganesha untuk melihat pelbagai karya yang disajikan di sana.
Tidak hanya alumni kampus, pengunjung yang datang berasal dari beragam latar belakang, termasuk siswa SMA seperti Haura (17). Ini menjadi pengalaman pertamanya datang ke Pasar Seni ITB.
“Saya tertarik datang karena banyak banget macam-macam seninya, terus kayak lucu-lucu, seru aja,” ujar siswi kelas 1 SMA BPI Bandung itu saat ditemui di lokasi.
Haura datang bersama orang tuanya sejak pagi dan berencana bertemu teman-teman sekolahnya di sana. Ia mengaku mengetahui acara ini dari temannya yang orang tuanya merupakan alumni ITB.
“Sekarang sama orang tua dulu, nanti ketemu teman-teman juga, udah janjian,” katanya.
Selama berkeliling, Haura mengaku paling tertarik dengan instalasi seni berupa paus pink berukuran besar yang serupa terdampar di area depan.
“Yang paling lucu itu yang gede banget, kayak paus warna pink. Soalnya warnanya gemes banget,” ujarnya.
Pesan lingkungan
Namun, di balik tampilannya yang menggemaskan paus pink raksasa tersebut membawa pesan lingkungan. Ia mengingatkan orang agar peduli terhadap alam. Karya tersebut bertajuk Widya Segara, lahir dari proyek Media Segara Project yang merupakan inisiatif kreatif dengan mengangkat isu lingkungan terutama persoalan sampah plastik di Bali.
Selain itu paus pink raksasa, Haura juga menikmati karya-karya di dalam aula Barat dan Timur ITB yang menampilkan berbagai lukisan, desain, kriya rupa.
“Yang di aula juga keren banget, banyak gambar-gambar yang menarik,” tambahnya.
Pada gelaran Pasar Seni ITB kali ini, ada lebih dari 100 karya dari puluhan seniman dipamerkan mulai dari lukisan, instalasi, hingga desain produk, kriya kontemporer, dan perhiasan, yang mencerminkan semangat inovasi dan keindahan khas Indonesia. Aula Timur dan Barat menjadi ruang apresiasi utama untuk eksibisi bertajuk Adicitra Ganesha tersebut.
Salah satu kurator pameran Adicitra Ganesha, Abdul Sobur, menyebut antusiasme pengunjung begitu tinggi. Ia memperkirakan jumlah pengunjung Pasar Seni ITB 2025 mencapai setengah juta orang.
“Dugaan kami hingga 500 ribu, bahkan tadi ada yang bilang sampai 600 ribu pengunjung yang datang ke Pasar Seni ITB ini,” ujar Sobur saat ditemui di Aula Barat ITB, Minggu (19/10).
Menurutnya, aula Barat dan Timur menjadi titik paling padat lantaran di dua ruangan itu ditampilkan karya-karya pilihan dari para maestro seni rupa, kriya, dan desain. Untuk menjaga agar tak terjadi penumpukan, panitia menerapkan sistem tiket masuk khusus di area tersebut.
“Jadi publik bisa lihat karya dari para maestro, tapi khusus ruang ini kita kasih tiket supaya luapan massanya berkurang. Kalau tidak, bisa chaos ke sini,” kata Sobur.
Ia berharap, pengunjung tak hanya datang untuk berswafoto, tapi juga benar-benar mengapresiasi karya yang memadukan sains, teknologi, dan seni.
“Harapan kita sih mereka bisa apresiasi dan melihat bagaimana teknologi, sains, dan seni berpadu jadi karya yang bisa dinikmati bersama,” ujarnya.
Selain pameran, panitia juga membuka lelang karya seni yang mulai berjalan sejak hari pertama acara. Proses lelang akan berlangsung hingga 21 Oktober mendatang.
Lukisan SBY
Sejumlah karya yang dilelang antara lain gubahan para maestro seperti I Nyoman Nuarta, A.D. Pirous, Ahmad Sadali, Umi Dachlan, Kaboel Suadi, G. Sidharta, hingga hasil lukisan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Selain itu ada juga karya pelaku desain kontemporer seperti Legam Jewellery, Spedagi–Magno (Singgih S. Kartono), Pala Nusantara, Marintan Sirait, Fatchurohman, Dian Widiawati, Natas Setiabudhi, Bana Nusantara, Lievik
Atelier, Yanna Jewelry, dan Ken Atik.
“Sudah mulai berjalan, tanggal 21 kita tutup. Jadi karya ini mungkin sudah ada yang dibeli, tinggal nunggu siapa yang tertinggi nanti,” jelasnya.
Sobur belum bisa menyebut angka pasti dari hasil lelang sejauh ini. Sebab prosesnya masih berlangsung. Publik sendiri dapat turut mengikuti lelang secara online dengan mengunjungi situs Adicitra Ganesha.
Sementara itu, Rektor ITB, Prof. Tatacipta Dirgantara, bilang Pasar Seni ITB bukan sekadar pameran karya, tapi ruang temu tanpa sekat di mana publik bisa langsung bersentuhan dengan seni.
“Mudah-mudahan seni sebagai bahasa universal bisa tidak hanya menghibur, tapi juga menyadarkan, menggugah hati dan pikiran, menyemai kembali kemanusiaan di tengah hidup ikut zaman ini,” ujarnya.