Rakyat Kurang Glowing Akibat Stres, Menteri BKKBN Sebut Indonesia akan Terang Benderang
Wihaji mengatakan Presiden Prabowo Subianto sudah menyiapkan program untuk rakyat Indonesia agar bisa sejahtera dan bisa mendapatkan kebahagiaan.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji merespons pernyataan Sekretaris Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Prof Budi Setyono yang menyebut warga Indonesia kurang glowing akibat stres. Wihaji menyebut Indonesia akan terang benderang.
"Insya Allah akan baik-baik saja. Percaya sama saya. Indonesia ini akan baik-baik saja, tidak gelap. Indonesia ini akan terang benderang," ujarnya kepada wartawan usai meninjau Keluarga Berisiko Stunting (KRS) di Makassar.
Wihaji mengatakan Presiden Prabowo Subianto sudah menyiapkan program untuk rakyat Indonesia agar bisa sejahtera dan bisa mendapatkan kebahagiaan.
"Program Pak Presiden hari ini itu akan kita kerjakan yang berkenaan tadi yang saya sebut. Bahwa Insya Allah nanti kebahagiaan akan tinggi," tuturnya.
Ia mencontohkan program pemerintahan Prabowo-Gibran yang bisa membantu masyarakat yakni Makanan Bergizi Gratis (MBG). Ia juga menyinggung program Sekolah Rakyat dan cek kesehatan gratis.
"Itu semangat yang mau kita sampaikan. Bahwa ini program-program yang menjadi tugas saya, yang ditugaskan kepada saya oleh Pak Presiden," kata dia.
Ia menambahkan seluruh menteri dan kepala lembaga di Kabinet Merah Putih mendapatkan perintah untuk menaikkan indeks kebahagiaan warga.
"Sehingga semua yang diperintahkan Pak Presiden dalam kerangka menaikkan indeks kebahagiaan," ucapnya.
Sebelumnya, heboh pernyataan Sekretaris BKKBN Prof Budi Setiyono menyebut tingkat stres dan tekanan hidup masyarakat Indonesia sangat tinggi. Hal tersebut membuat wajah warga Indonesia terlihat kurang glowing.
“Kalau hidup seseorang selalu di bawah tekanan finansial, pekerjaan, bahkan kebutuhan dasar itu memicu produksi kortisol. Kenapa banyak warga negara maju tampak lebih charming, lebih glowing? Karena mereka tidak punya kekhawatiran yang berlebihan terhadap disrupsi kehidupan,” ucapnya.