LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Protes pembangunan Tol Serpong-Cinere, pendemo bakar keranda

Puluhan aktivis kembali demo memprotes pembangunan jalan Tol Serpong-Cinere di pusat pemerintahan Kota Tangerang Selatan. Mereka menilai Pemkot Tangsel membiarkan pembangunan tol yang memakan badan Situ Sasak Pamulang.

2018-03-22 13:38:38
Demo
Advertisement

Puluhan aktivis kembali demo memprotes pembangunan jalan Tol Serpong-Cinere di pusat pemerintahan Kota Tangerang Selatan. Mereka menilai Pemkot Tangsel membiarkan pembangunan tol yang memakan badan Situ Sasak Pamulang.

Aksi keempat kali ini diwarnai kericuhan dengan petugas Satpol PP yang berjaga. Terjadi tarik-menarik keranda mayat yang dibawa pendemo hingga berujung baku hantam.

Setiap terdengar suara tiupan peluit, para aktivis kompak melayangkan kartu merah yang ditujukan untuk Pemkot Tangsel. Selanjutnya para aktivis membakar keranda sebagai simbol penolakan.

Advertisement

Pembina OKP Ganespa Hafiz Fidon menegaskan, unjuk rasa yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Air Sedunia itu diharapkan dapat menyadarkan Pemkot Tangsel untuk bertindak tegas terkait dugaan kekeliruan pembangunan proyek Tol Serpong-Cinere.

Pihaknya juga menolak upaya rayuan yang telah coba dilakukan pemerintah daerah setempat dan PT Cinere Serpong Jaya selaku pengelola jalan tol.

"Kalau mau transaksi jual beli atau tawar menawar silakan ke pasar induk atau pasar jongkok saja," kata Fidon.

Advertisement

Dia menilai ada perubahan rencana awal site plan proyek pembangunan Tol Serpong-Cinere. Dari sebelumnya direncanakan dibebaskan pada area gedung Kampus Universitas Pamulang serta jalur pipa gas.

"Tetapi kini dalam praktiknya justru berubah jadi menyaplok lahan garis sepadan Situ Sasak," tandas dia.

Menurutnya, hal tersebut pelanggaran Perda Nomor 15 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah.

Kepala Seksi Dalops Satpol PP Kota Tangsel Taufik Wahidin menyarankan para aktivis untuk menyampaikan tuntutan kepada Asisten Daerah I, Rahmat Salam yang menunggu di dalam gedung pusat pemerintahan, namun tawaran tersebut ditolak.

Baca juga:
Tak direlokasi, pedagang di Wisma Sawah Besar demo di depan Balai Kota DKI
Ribuan pengemudi Go-Jek di Solo demo tolak penurunan tarif
Demo tolak geothermal di Solok, 3 polisi luka-luka
Tak bayar promo & insentif, kantor Grab di Medan didemo pengemudi
Eksekusi lahan 14 hektare di Luwuk diwarnai kericuhan
Soal demo FUIR, Alumni 212 sebut 'mereka tak ngerti yang sudah Anies lakukan'

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.