Proses kerja sianida sampai sebabkan kematian versi ahli Australia
Proses kerja sianida sampai sebabkan kematian versi ahli Australia. Tim penasihat hukum terdakwa Jessica menghadirkan ahli toksikologi forensik Australia Michael David Robertson dari Monash University. Dia menjelaskan proses kerja sianida sampai menyebabkan kematian.
Sidang kematian Mirna untuk ke-23 kalinya digelar Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Pada sidang kali ini tim penasihat hukum terdakwa Jessica menghadirkan ahli toksikologi forensik Australia Michael David Robertson dari Monash University.
Dalam kesaksiannya majelis hakim meminta ahli menjelaskan proses racun sianida jika masuk ke dalam tubuh. Pertama setelah sianida masuk ke lambung, sianida akan masuk ke hati.
Selanjutnya, metabolisme lanjutan usai sianida berada di dalam hati. Dia memastikan, sianida tidak semua menjadi tiosianat setelah berada di hati.
"Tidak semuanya jadi tiosianat, darah yang keluar dari hati, akan ada sianida dan tiosianat," kata Michael saat persidangan di ruang sidang Koesoemah Atmadja 1 Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (21/9).
Kemudian hakim ketua Kisworo bertanya mengenai racun sianida jika sudah masuk ke dalam hati bisa menyebabkan kematian pada seseorang.
"Tidak, untuk membunuh sianida harus masuk ke jantung dan ke otak sebelum menyebabkan kematian pada seseorang," ujar David.
Dia menambahkan durasi waktu penyimpanan sampel jantung, hati dan otak bisa dilakukan selama berbulan-bulan. Namun, ia mensyaratkan tempat yang tepat untuk kelangsungan sampel itu.
"Apabila sampel disimpan dengan benar, dan tergantung suhunya, sianida serta tiosianat (di lambung, hati, jantung) maka bisa disimpan beberapa Minggu hingga bulan," tutupnya.
Baca juga:
Ketika saksi ahli kubu Jessica patahkan kesaksian ahli JPU
Undang ahli toksikologi Australia, kubu Jessica pastikan visa aman
Ahli toksikologi Australia ragukan temuan sianida di lambung Mirna
Saksi ahli Jessica sebut sianida tidak masuk lewat mulut Mirna
Jaksa curigai ahli kubu Jessica terlibat kasus pembunuhan
Ahli kubu Jessica: Absorsi di mulut tak akan meninggal cepat