Program 100 hari Kapolri Tito, terorisme hingga kekerasan pada anak
Soal kasus terorisme, Kapolri mengharapkan seluruh Kapolda beserta jajaran peka terhadap wilayah masing-masing.
Jenderal Pol Tito Karnavian telah dilantik menjadi Kapolri oleh Presiden Joko Widodo, menggantikan Jenderal Pol Badrodin Haiti yang memasuki masa pensiun. Jenderal Tito pun memiliki program 100 hari kerja kepemimpinannya dengan mengedepankan kasus-kasus yang saat ini gencar di tengah masyarakat.
"Jadi kita ada program 100 hari, akan sampai pada bulan Agustus yang akan datang," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar, usai acara hari pertama Kapolri dengan seluruh Kapolda se-Indonesia, di Mabes Polri, Jumat (15/7).
"Kasus-kasus yang jadi atensi pertama terorisme, narkoba berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan dan anak juga jadi atensi," sambungnya.
Soal kasus terorisme, kata Boy, Kapolri mengharapkan seluruh Kapolda se-Indonesia beserta jajaran peka terhadap wilayah masing-masing.
"Perkembangan global sekarang ini, penyebarluasan berkaitan paham radikalisme, paham ISIS kita harus terus mengantisipasi perubahan itu dan tentu ditindaklanjuti dengan peningkatan kemampuan operasional di lapangan. Jangan sampai kita terdesak dengan kondisi yang ada. Pak Tito menyampaikan upaya-upaya deteksi dini," ujarnya.
Selain Kapolda, Tito juga mengharapkan para anggota Kasatwil hingga Babinkamtibmas juga ditingkatkan penjagaannya.
"Kasatwil sampai kapolsek setempat demikian juga peningkatan fungsi Babinkamtibmas," pungkasnya.
Baca juga:
Kapolri Tito lepas Badrodin tinggalkan PTIK dengan salam komando
Budi Waseso dukung niatan Kapolri Tito wajibkan LHKPN
Polri sebut pelantikan & kenaikan pangkat Jenderal Tito hak Presiden
Terima tongkat komando dari Badrodin, Tito siap emban tugas Kapolri
Hari pertama kerja, Jenderal Tito panggil Kapolda se-Indonesia
Kapolri Tito minta polisi se-Indonesia tak arogan dan berbelit-belit