Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Terima tongkat komando dari Badrodin, Tito siap emban tugas Kapolri

Terima tongkat komando dari Badrodin, Tito siap emban tugas Kapolri sertijab kapolri tito karnavian. ©2016 Merdeka.com/Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Hari ini, Jenderal Tito Karnavian secara sah menjabat sebagai Kapolri setelah menerima tongkat kepemimpinan dari mantan Kapolri Jenderal (Purn) Badrodin Haiti. Menurutnya meski dirinya telah dilantik sebagai Kapolri oleh Presiden Joko Widodo namun, serah terima tongkat komando menjadi awal dari kepemimpinannya.

"Kemarin kita laksanakan pelantikan oleh Presiden. Tapi kita sistem di kepolisian, resmi serah terima kewenangan sebagai Kapolri ketika terjadi penyerahan tongkat dan tanda kewenangan. Kemudian dilanjutkan acara pisah sambut. Artinya mulai hari ini tugas dan tanggung jawab telah beralih dari Pak Badrodin kepada saya," kata Jenderal Tito usai prosesi pisah-sambut di PTIK, Jakarta Selatan, Kamis (14/7).

Mengawali perannya sebagai Kapolri, Jenderal Tito mengatakan akan melakukan commander wish di internal Polri. Sebagaimana yang disampaikannya saat fit and proper test di DPR beberapa waktu lalu.

"Ada 10 plus ada quick wins tapi enggak keluar dari renstra Polri," ucapnya.

Tak hanya itu dia juga akan memasukkan sejumlah amanat Presiden dalam program yang akan dibuat sepanjang dia menjadi Kapolri. Seperti penekanan tentang solidaritas internal dan reformasi internal secara menyeluruh.

"Tujuannya meningkatkan kepercayaan publik terhadap polisi. Program yang sudah disampaikan sudah mencakup poin soal solidaritas internal dan reformasi internal mulai dari rekrutmen dan seterusnya," ungkapnya.

Tito melanjutkan, pokok penting yang harus dilaksanakan kepala satuan secara menyeluruh karena sistem organisasi kepolisian adalah sistem hirarki. Pokok pikiran dirinya nanti akan disampaikan dan harus diikuti, dilaksanakan, dan diterjemahkan oleh semua anggota Polri.

Dia juga telah menyusun tim termasuk pembagian tugas untuk menjabarkan pokok pikiran tersebut. Mencakup masalah pelayanan publik, profesionalisme penegakan hukum, stabilitas kamtibnas, termasuk reformasi internal.

"Semua itu akan disampaikan secara rinci baik pertiga bulan, nanti kita evaluasi, persatu tahun, sampai ke lima tahun," tutupnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP