Profil Marsma Fajar Andriyanto Gugur dalam Kecelakaan Pesawat, Dikenal Sebagai Sahabat yang Smart dan Apa Adanya
Tak hanya mengembang pendidikan di sekolah umum saja, jenderal bintang satu tersebut juga menuntut ilmu dalam dunia militer.
Marsekal Pertama (Marsma), Fajar Andriyanto telah gugur saat melakukan latihan bersama FASI (Federasi Aerosport Seluruh Indonesia). Pesawat yang ditumpanginya itu mengalami insiden kecelakaan di kawasan Ciampea, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (3/8) pagi.
"TNI Angkatan Udara berduka atas exsiden kecelakaan pesawat latih sipil Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 dengan register PK-S126 milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI), yang menewaskan Marsma TNI Fajar Adriyanto di kawasan Ciampea, Kabupaten Bogor, Minggu (3/8/2025)," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsma I Nyoman Suadnyana dalam keterangannya, Senin (4/8).
Jenjang Pendidikan
Tak hanya mengembang pendidikan di sekolah umum saja, jenderal bintang satu tersebut juga menuntut ilmu dalam dunia militer. Dia pernah bersekolah di SMA Negeri 1 Malang dan Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan) untuk pendidikan di sekolah umum.
Kemudian, untuk pendidikan di dunia militernya pun juga banyak diambil oleh almarhum seperti Akademi Angkatan Udara tahun (1992), Sekbang Angkatan ke-48 tahun (1995), Konversi F-16 Fighting Falcon (1997).
Sekolah Instruktur Penerbang (2003), Seskoau Angkatan ke-43 tahun (2006), Sesko TNI (2015) dan PPSA A-XXIII Lemhannas RI (2021).
Profil Fajar Andriyanto
Fajar Adriyanto diketahui merupakan lulusan AAU 1992 dan sebagai penerbang tempur F-16 dengan call sign 'Red Wolf'. Dalam kariernya, dia pernah mengemban berbagai jabatan strategis.
Beberapa di antaranya yakni Komandan Skadron Udara 3, Danlanud Manuhua, Kadispenau, Kapuspotdirga, Aspotdirga Kaskoopsudnas, dan terakhir Kapoksahli Kodiklatau.
Dia dikenal sebagai sosok berdedikasi tinggi dan menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah TNI AU, termasuk keterlibatannya dalam peristiwa udara dengan pesawat F/A-18 Hornet Angkatan Laut Amerika Serikat di langit Bawean tahun 2003.
"TNI AU menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa ini. Semangat, keteladanan, dan pengabdian beliau akan senantiasa menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam menjaga langit Indonesia," ujarnya.
Penghargaan Diterima Fajar Andriyanto
Semasa berkarir di dunia militer, Fajar pun juga banyak meraih penghargaan. Beberapa di antaranya yaitu Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Swa Bhuwana Paksa Nararya.
Lalu, Satyalancana Kesetiaan 24 Tahun, Satyalancana Kesetiaan 16 Tahun, Satyalancana Kesetiaan 8 Tahun. Kemudian, Satyalancana G.O.M VII, Satyalancana Seroja, Satyalancana Dharma Nusa (Ulangan Kedua).
Selanjutnya, Satyalancana Wira Nusa Satyalancana Wira Dharma, Satyalancana Wira Siaga, Satyalancana Dwidya Sistha (Ulangan Kedua) dan Satyalancana Wira Karya serta Satyalancana Kebhaktian Sosial.
Sosok Fajar Adriyanto Dimata Sahabat
Dengan memiliki segudang prestasi, sosok jenderal bintang satu tersebut ternyata memiliki rekam yang baik juga dimata sahabatnya. Salah satunya yakni Staf Khusus (Stafsus) Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Muda (Laksda) TNI Julius Widjojono.
"Sahabat yang smart, terbuka, apadanya. Helpfull, open mind," ujar Julius saat dihubungi merdeka.com.
Jenderal bintang dua itu merasa kehilangan sahabatnya yang memiliki selera humor yang juga tinggi.
"Selamat jalan sahabatku," ucapnya.
Teman Baik Kepala Staf Angkatan Darat
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengenang almarhum Marsma TNI Fajar Adriyanto sebagai sahabat dekat dan figur penting dalam dunia penerbangan. Hal ini disampaikan Maruli saat melayat ke rumah duka di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (3/8).
"Ya, kami teman baik. Sering berkumpul, berdiskusi, dan bercerita, khususnya tentang dunia kedirgantaraan. Banyak waktu yang kami habiskan bersama," ujar Maruli kepada awak media.
Dia mengaku kehilangan sosok sahabat yang tak hanya kompeten sebagai penerbang, tetapi juga sangat berdedikasi dalam membangun ekosistem dirgantara nasional. Menurut Maruli, sebelum meninggal dunia, Marsma Fajar tengah menggagas pembentukan komunitas pecinta penerbangan olahraga dirgantara.
"Yang saya dengar, beliau sedang membentuk perkumpulan pecinta penerbangan olahraga. Di kalangan keluarga besar dirgantara, beliau adalah sosok figur yang sangat dihormati," katanya.
Maruli menambahkan, insiden kecelakaan yang menewaskan Fajar menjadi pelajaran penting bagi seluruh jajaran TNI agar lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas.
"Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan," ucapnya.