Prihatin Kapal Tenggelam di Selat Bali, Puan Minta Pemerintah Evaluasi Tata Kelola Transportasi
Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan duka mendalam atas tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali.
Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan duka mendalam atas tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. Puan meminta Pemerintah untuk memperbaiki tata kelola transportasi laut demi keselamatan penumpang.
"Kami pimpinan DPR dan anggota DPR tentu saja mengucapkan turut berduka cita atas tragedi atau musibah yang terjadi atas korban Kapal Tunu di Selat Bali yang saat ini masih dalam proses pencarian," kata Puan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (3/7/2025).
Kapal penyebrangan milik operator swasta itu tenggelam saat berlayar di lintasan Ketapang-Gilimanuk, Rabu (2/7) malam. Dari 65 orang di dalamnya, dilaporkan Kemenhub ada 31 orang dievakuasi selamat, sementara empat orang meninggal dunia.
Terkait hal ini, Puan menyoroti pentingnya perbaikan tata kelola transportasi laut.
"Dan kami berharap kepada seluruh stakeholder terkait transportasi untuk bisa tetap memperbaiki tata kelola transportasi yang ada sehingga keselamatan dari seluruh awak dan penumpang yang ada. Jangan sampai terjadi lagi musibah seperti ini," tuturnya.
Ia juga mengingatkan Pemerintah mitigasi bencana atas cuaca ekstrem. “Memang situasi atau cuaca banyak menjadi salah satu hal, namun mitigasi dan antisipasi seperti ini harus dilakukan," sebut Puan.
Dalam kesempatan yang sama, Puan turut menyoroti penahanan seorang selebgram WNI di Myanmar yang divonis 7 tahun penjara karena diduga mendukung kelompok pemberontak.
"Kasus Myanmar, Pemerintah dengan BPN berkoordinasi yang kami juga mendorong Pemerintah untuk bersama-sama bisa melakukan tindakan-tindakan yang perlu dilakukan untuk menyelamatkan," tutupnya.