'Presiden Prabowo di Kancah Internasional Semakin Kinclong'
Muzani menilai posisi Indonesia dalam pidato Presiden Prabowo di Forum Ekonomi sudah berada di trek yang benar.
Presiden Prabowo Subianto dikatakan semakin kinclong dan berwibawa dalan memainkan politik luar negeri. Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani.
Awalanya, ia merespons soal pidato Prabowo saat berkunjung ke Rusia beberapa waktu lalu. Prabowo memilih terbang ke Rusia ketimbang menghadiri Konferensi G7 di Canada.
"Kalau kita perhatikan pidato Presiden Prabowo di St. Petersburg, di Forum Ekonomi itu, dan kita semua menyaksikan tentang bagaimana komitmen Indonesia sejak awal, saya kira posisi dan keputusan Indonesia di bawah pemerintah Presiden Prabowo dalam kerutan perang antara Israel dan Iran," kata Muzani kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (25/6).
"Ini dari kacamata posisi politik luar negeri kita sudah pas dan sudah benar, yakni menempatkan diri sebagai negara yang non-block dan bebas aktif, itu artinya terus mengupayakan dialog, terlibat dalam semua etape perdamaian dunia, dan terus mengikuti perkembangan ini, sehingga kita tidak memblok dalam salah satu blok," sambungnya.
Muzani menilai posisi Indonesia dalam pidato Presiden Prabowo di Forum Ekonomi sudah berada di trek yang benar.
"Pandangan kami adalah posisi yang sudah benar. Sesuai dengan semangat politik luar negeri bebas aktif, politik luar negeri yang dalam bahasa beliau, satu kawan terlalu sedikit, seribu musuh terlalu banyak, dalam bahasa sederhananya seperti itu," ujarnya.
Hal itulah, kemudian yang membuat dirinya menyebut, jika Prabowo semakin berwibawa dan lincah dalam memainkan politik luar negeri.
"Karena itu kita sekarang merasa bahawa posisi politik luar negeri yang dimainkan oleh Presiden Prabowo dalam kancah Internasional semakin berwibawa, semakin kinclong," ungkapnya.
"Dan kita sebagai bangsa besar semakin bangga posisinya sebagai bangsa yang diperhitungkan, dalam setiap upaya untuk mencapai perdamaian dunia," tambahnya.
Konflik Iran-Israel
Kemudian, terkait dengan konflik Iran dan Israel menurutnya tidak boleh merasa kalah dalam upaya untuk mencapai perdamaian dunia.
"Kita tidak boleh lelah dan tidak boleh merasa kalah dalam upaya mencapai perdamaian dunia. Dalam upaya dialog, dalam upaya diplomatik. Sekarang ini negara-negara sepertinya telah kehilangan semangat diplomasinya, lebih mengedepankan kepada semangat kekuatan-kekuatannya, sehingga bau misiu dan mesin perang menjadi sebuah kekuatan untuk menunjukkan kekuatan," ucapnya.
"Dan kita tidak boleh lelah dan tidak boleh merasa kalah dalam upaya menyemangati bahwa diplomasi dan dialog adalah cara terbaik untuk kita menyelesaikan semua problem, dan perbedaan yang ada di antara banyak negara-negara ini," pungkasnya.