Pramono Larang Pedagang Hewan Kurban Berjualan di Trotoar dan Taman
Pramono sudah mengeluarkan instruksi untuk pedagang tidak berjualan di tempat yang mengganggu aktivitas publik.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melarang pedagang hewan kurban berjualan di lokasi yang mengganggu aktivitas publik, seperti trotoar hingga taman kota, menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
“Di Jakarta saya sudah mengeluarkan instruksi tidak boleh berjualan di tempat yang mengganggu aktivitas publik, terutama di trotoar, di kebun, di taman-taman,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Ia meminta penjual hewan kurban yang masih menggunakan trotoar dan fasilitas umum (fasum) lainnya di ibu kota segera pindah ke lokasi yang memadai.
“Maka yang seperti itu segera diberikan peringatan dan mereka untuk tidak boleh berjualan,” ujar dia.
Sudah Relatif Tertib
Menurut Pramono, kondisi penjualan hewan kurban di Jakarta saat ini relatif sudah tertib dan hampir tidak ditemukan lagi pedagang yang menggunakan fasilitas publik.
“Dan relatif sekarang ini kan hampir tidak ada di Jakarta,” ucapnya.
Selain itu, Pramono memastikan harga hewan kurban di Jakarta masih relatif stabil menjelang Hari Raya Iduladha. Ia mengatakan bahwa hingga saat ini belum terjadi kenaikan harga pada hewan kurban, baik sapi maupun kambing.
“Untuk Iduladha, sampai hari ini harga-harga hewan kurban yang ada di Jakarta tidak mengalami kenaikan, relatif stabil,” kata dia.
Selain harga hewan kurban yang stabil, Pramono menyebut ketersediaan hewan kurban di Jakarta juga dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Jumlah hewan kurban, apakah itu sapi, apakah itu kambing dan sebagainya, sekarang ini tersedia sepenuhnya di Jakarta,” tandasnya.