Pramono Geram Saat Lihat Video Aksi Premanisme di Jakarta: Tak Ada Kompromi Lagi
Pramono memastikan, telah meminta jajaran Satuan Polisi (Satpol) PP DKI Jakarta untuk mengambil tindakan tegas terhadap segala bentuk gangguan keamanan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung geram dengan aksi premanisme yang belakangan marak terjadi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus). Ia menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik premanisme yang merugikan tersebut.
Pramono memastikan, telah meminta jajaran Satuan Polisi (Satpol) PP DKI Jakarta untuk mengambil tindakan tegas terhadap segala bentuk gangguan keamanan dan ketertiban yang ada di ibu kota .
"Kemarin saya sudah melihat videonya dan saya sudah meminta kepada Satpol PP, kepada Kepala Dinas untuk mengambil tindakan tegas terhadap hal itu, tidak ada kompromi lagi,” kata Pramono di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Minggu (12/4).
Ia menegaskan, sebagai gubernur dirinya tidak akan ragu dalam memberantas praktik premanisme di Jakarta. "Jadi premanisme di Jakarta saya sebagai gubernur, saya tidak ragu-ragu untuk itu," ujarnya.
Premanisme Viral di Tanah Abang
Sebelumnya, dua aksi premanisme yang terjadi di Tanah Abang viral di media sosial. Dua kejadian itu menimpa tukang bubur dan sopir bajaj.
Kejadian pertama diunggah akun Instagram @fakta.jakarta pada Jumat 10 April 2026. Dalam rekaman video yang beredar, tukang bubur terlihat cekcok dengan seorang pria bertopi coklat yang nampak tengah memecahkan mangkok bubur.
Sementara itu, aksi pemalakan terhadap sopir bajaj di kawasan Tanah Abang diunggah akun @jakarta.terkini pada Sabtu 11 April 2026. Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria menghampiri sopir bajaj di jalan dan diduga meminta sejumlah uang setoran.
Dalam narasi video tersebut, sopir bajaj mengaku harus membayar total sekitar Rp 100 ribu per hari. Ia juga menyebut adanya tekanan jika tidak memberikan uang, mulai dari ancaman hingga tindakan kekerasan.