Pramono Edhie setuju koruptor dimiskinkan ketimbang dihukum mati
Menurutnya, para koruptor masih punya beban tanggungan keluarga untuk selalu dihidupi dan dijaga.
Peserta Konvensi Partai Demokrat, Pramono Edhie Wibowo kurang setuju hukuman mati diterapkan kepada para koruptor. Mantan KSAD itu lebih setuju jika para koruptor dimiskinkan dengan disita harta kekayaannya.
"Maaf ya, kalau saya lebih pilih miskinkan dari pada dihukum mati. Sehingga dia nanti punya tanggung jawab moral," kata Pramono Edhie di Sekretariat Komite Konvensi Partai Demokrat, Jakarta Selatan, Rabu (8/1).
Adik ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menilai para koruptor masih punya beban tanggungan keluarga untuk selalu dihidupi dan dijaga. Jadi alangkah baiknya jika para koruptor dimiskinkan semiskin-miskinnya agar dia tetap mempunyai tanggung jawab moral kepada keluarganya.
"Dia masih hidup dan masih punya keluarga, melihat keluarganya miskin, kan tanggung jawab moral dia. Itu saya kira lebih mantap," ujarnya.
Seperti diketahui, Konvensi Partai Demokrat diikuti 11 peserta. Selain Pramono, peserta lain adalah Anies Baswedan, Dahlan Iskan, Marzuki Alie, Gita Wirjawan, Hayono Isman, Dino Patti Djalal, Irman Gusman, Sarundajang, Ali Masykur Musa, dan Endriartono Sutarto.
Baca juga:
Jaksa KPK tuntut Bupati Madina dengan 8 tahun bui
Jaksa tangkap buronan kasus korupsi Sumut di Cileungsi Bogor
Polda Jatim didesak lengkapi bukti dugaan korupsi Bambang DH
Berkas korupsi Bambang belum P21, praktisi hukum Unair ke Polda
Bupati terdakwa korupsi kulit buaya tak mau diliput wartawan