Pramono Anung: 6.000 Jalan Berlubang Jakarta Telah Diperbaiki, Imbau Pengendara Waspada
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan 6.000 titik **jalan berlubang Jakarta** telah diperbaiki sementara oleh Dinas Bina Marga. Pembaca diimbau berhati-hati di tengah tantangan cuaca ekstrem. Simak detail upaya Pemprov DKI.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengumumkan bahwa 6.000 titik jalan berlubang di Jakarta telah diperbaiki. Perbaikan ini dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebagai respons cepat terhadap kerusakan akibat musim hujan. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan pengendara di ibu kota.
Pramono menjelaskan bahwa perbaikan yang telah dilakukan bersifat sementara, mengingat curah hujan yang masih tinggi. Pihaknya berjanji akan segera melakukan perbaikan permanen setelah kondisi cuaca membaik. Pernyataan ini disampaikan saat ia meninjau lokasi di Jakarta Utara pada Jumat (30/1).
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, turut merinci bahwa penanganan 6.000 titik jalan berlubang ini telah berlangsung sejak awal Januari 2026. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan bulan sebelumnya, Desember 2025, seiring dengan intensitas hujan yang terus-menerus.
Upaya Cepat Dinas Bina Marga Atasi Jalan Rusak
Dinas Bina Marga DKI Jakarta secara proaktif menangani kerusakan jalan yang diakibatkan oleh curah hujan ekstrem. Heru Suwondo menegaskan bahwa perbaikan jalan terus berjalan setiap hari tanpa henti. Prinsip "ada lubang, tutup" menjadi pedoman utama dalam operasi penanganan ini.
Seluruh pekerjaan **perbaikan jalan berlubang Jakarta** ini dilakukan secara mandiri oleh satuan tugas Dinas Bina Marga, yang dikenal sebagai Pasukan Kuning. Tidak ada keterlibatan pihak ketiga dalam proses perbaikan ini. Material yang dibutuhkan selalu tersedia di gudang untuk memastikan respons cepat.
Ketersediaan material yang memadai memungkinkan Pasukan Kuning untuk segera bertindak begitu laporan kerusakan jalan diterima. Hal ini menunjukkan kesigapan Pemprov DKI Jakarta dalam menjaga infrastruktur jalan. Prioritas utama adalah meminimalkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
Tantangan Perbaikan Jalan di Musim Hujan
Heru Suwondo mengungkapkan bahwa hingga saat ini, belum ada jenis aspal yang benar-benar tahan terhadap kombinasi hujan, genangan air, dan beban kendaraan berat. Kondisi cuaca yang ekstrem menjadi tantangan besar bagi kualitas dan daya tahan jalan. Inovasi material aspal yang lebih kuat masih terus dibutuhkan.
Air hujan memiliki efek merusak yang signifikan terhadap struktur aspal jalan. Air dapat melemahkan ikatan antar material aspal, mempercepat proses kerusakan. Kerusakan ini semakin parah ketika jalan dilintasi oleh kendaraan dengan muatan berat.
Gubernur Pramono Anung mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu memastikan keamanan dan keselamatan saat berkendara di Jakarta. Ia menekankan pentingnya kehati-hatian, terutama di beberapa ruas jalan yang rentan berlubang akibat hujan terus-menerus. Kesadaran pengendara menjadi kunci untuk menghindari insiden.
Sumber: AntaraNews