Prabowo Singgung Ada Pihak Politik yang 'Girang' di Tengah Bencana
Situasi krisis kerap dimanfaatkan untuk membangun opini negatif dan menumbuhkan ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah.
Presiden Prabowo Subianto menuding adanya pihak-pihak tertentu yang justru merasa diuntungkan dengan terjadinya bencana. Menurutnya, situasi krisis kerap dimanfaatkan untuk membangun opini negatif dan menumbuhkan ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah.
"Pertama orang-orang politik tertentu seolah-olah girang dengan bencana. 'Oh dengan bencana kita bisa bikin suatu suasana ketidakpercayaan kepada pemerintah, ketidakpercayaan kepada Republik Indonesia," kata dia dalam sambutannya saat peresmian dan Groundbreaking SPPG Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2).
Percaya Diri
Walaupun demikian, Prabowo tetap percaya diri bahwa pemerintah bisa mengatasi bencana meskipun ada kelompok-kelompok tersebut.
Prabowo menyebut, pasca bencana yang terjadi, termasuk di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, seluruh pihak berjibaku turun untuk mengatasinya. Pemerintah mengerahkan pasukan bahkan membentuk satuan khusus, yaitu Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi yang diketuai Tito Karnavian.
"Tetapi saya terima kasih dalam beberapa minggu kita kerahkan kekuatan kita semuanya bahu-membahu kita atasi sampai sekarang," kata Prabowo.
Belum Normal
Prabowo mengaku dapat laporan dari Tito Karnavian terkait kondisi pasca bencana di Sumatra. Saat ini, dari 52 titik yang terdampak bencana, hanya sisa 10 titik yang masih belum normal. Prabowo menyebut, dari laporan Tito akan selesai dalam waktu dua bulan.
"Beliau lapor ke saya, 'Pak, dari kalau tidak salah 52 titik ya, 52 titik yang terkena, tertimpa, tinggal 10, tinggal 10 kabupaten yang masih belum normal'. Tapi beliau laporan, perkiraan beliau dalam dua bulan sisanya akan normal," jelas Prabowo.