Prabowo: Banyak Warga Tak Mau Cek Kesehatan Gratis, Mungkin Takut Hasilnya
Prabowo menegaskan, pemeriksaan kesehatan sangat penting untuk mencegah penyakit sejak dini.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti masih banyaknya masyarakat yang enggan memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis. Menurutnya, salah satu alasan utama adalah ketakutan terhadap hasil pemeriksaan.
"Saya dapat laporan masih banyak yang belum mau periksa kesehatan, mungkin takut hasilnya," ujar Prabowo di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/3).
Prabowo menegaskan, pemeriksaan kesehatan sangat penting untuk mencegah penyakit sejak dini, sehingga langkah antisipasi bisa segera dilakukan.
"Justru harus tahu supaya dilakukan langkah-langkah (antisipasi) dini," ujarnya.
Untuk itu, Prabowo mengusulkan agar setiap warga negara melakukan pemeriksaan kesehatan gratis sekali dalam setahun, tepat di hari ulang tahunnya masing-masing.
"Semua warga negara harus kita anjurkan untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan satu kali setahun pada hari ulang tahun mereka," imbuhnya.
Program Makan Bergizi Gratis Indonesia Dilirik Pemimpin Dunia
Selain menyoroti pentingnya pemeriksaan kesehatan, Prabowo juga mengungkap bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah mendapat perhatian dari berbagai pemimpin dunia.
"Banyak pemimpin dunia menghubungi saya, ada yang datang ke sini, dan mengatakan ingin mencontoh Indonesia yang berani menjalankan program ini," ujar Prabowo.
Menurutnya, program MBG yang menyasar siswa dan ibu hamil merupakan sebuah keharusan demi masa depan anak Indonesia.
"Kita berani, karena ini adalah panggilan dan keharusan. Anak-anak kita tidak boleh lapar, tidak boleh ke sekolah dengan perut kosong," tegasnya.
Prabowo menargetkan program MBG bisa menjangkau 82,9 juta penerima pada akhir 2025. Saat ini, program tersebut sudah berjalan dan telah menjangkau lebih dari 3 juta anak.
"Kita ingin lebih cepat, tapi kita harus bertahap, dengan pengelolaan dan administrasi yang baik," jelasnya.
Sebagai perbandingan, Prabowo mengungkap bahwa Brazil telah menjalankan program makan gratis sejak 2011, tetapi baru bisa menjangkau seluruh anak penerima manfaat setelah 11 tahun dengan target 26 juta anak.
"Mereka membutuhkan 11 tahun sampai semua anak-anak Brazil menerima makan gratis," ujarnya.