Potret Menantang Nyali di Pelabuhan Bagusa Mamberamo Raya
Para penumpang secara satu per satu melangkah turun dari kapal dengan bantuan sebuah bantalan papan menjadi tumpuan kaki untuk melangkah turun ke tepian sungai Mamberamo yang berarus deras.
Pelabuhan Bagusa di Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, tampak berbeda dengan pelabuhan pada umumnya. Pelabuhan di sungai Mamberamo itu, terlihat biasa dan sederhana, lantaran para penumpang yang menumpang KM.Cantika Lestari 88, pada Rabu (15/09) Siang, terlihat berantrean saat hendak turun dari kapal.
Para penumpang secara satu per satu melangkah turun dari kapal dengan bantuan sebuah bantalan papan menjadi tumpuan kaki untuk melangkah turun ke tepian sungai Mamberamo yang berarus deras.
Salah satu masyarakat di Kampung Bagusa Mesak Taplem menuturkan, di Kampung Bagusa belum ada pelabuhan permanen sehingga saat kapal menurunkan penumpang, cara satu-satunya ya sadar ditepian sungai.
"Di Kampung Bagusa tidak ada pelabuhan jadi kalau ada kapal yang datang kapal langsung turunkan penumpang dengan sadar saja ditepian sungai baru penumpang turun," kata Mesak Taplem.
Sebut Mesak, jika kapal datang saat air sungai Mamberamo sedang pasang, para penumpang yang turun tidak repot. Tapi ketika air sungai Mamberamo sedang surut seperti saat ini ya penumpang harus mendaki.
"Seperti yang sekarang air sungai Mamberamo sedang surut maka penumpang harus memajat keatas untuk mencapai tanah datar," ujar masyarakat Kampung Bagusa itu.
Sekedar diketahui, baik Pelabuhan Bagusa, Pelabuhan Trimuris, dan Pelabuhan Kasunaweja, ketiganya belum memiliki pelabuhan yang memadai.
Baca juga:
Menengok Aktivitas Niaga di Pelabuhan Teba Papua, Berkah Bagi Warga Lokal
Peleburan Pelindo Diharapkan Dorong Pelabuhan RI Jadi Terbesar di Dunia
Kunci Asia Timur Jadi Negara Maju: Kuasai Rantai Pasok Perdagangan Global
Alasan BUMN Pilih Lakukan Merger pada Pelindo Dibanding Bentuk Holding
Ini Rencana Kerja 5 Tahun PT Pelabuhan Indonesia
Hasil Merger 4 Pelindo, Aset Pelabuhan Indonesia Ditaksir Capai Rp 112 T