Potensi Terdampak Aktivitas Gempa Besar, Bobby Nasution Minta Warga Pesisir Pahami Mitigasi Megathrust dan Tsunami
Salah satu langkah penting dalam mitigasi bencana adalah memperhatikan setiap peringatan dini dikeluarkan pihak berwenang dan tidak mengabaikannya.
Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution mengingatkan masyarakat khususnya tinggal di wilayah pesisir, untuk memahami langkah-langkah mitigasi bencana gempa megathrust dan tsunami. Imbauan itu disampaikan usai berdiskusi dengan Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI) mengenai potensi bencana megathrust dan penanggulangannya.
Menurut Bobby, salah satu langkah penting dalam mitigasi bencana adalah memperhatikan setiap peringatan dini dikeluarkan pihak berwenang dan tidak mengabaikannya.
“Antisipasi pertama yang disampaikan tentu peringatan-peringatan yang diberikan tolong diperhatikan. Jangan diabaikan,” kata Bobby di Medan, Selasa (9/6).
Selain itu, masyarakat juga diminta memahami simulasi kebencanaan serta langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi gempa bumi maupun tsunami akibat aktivitas megathrust.
“Simulasi ataupun dampak dari megathrust itu yang sudah disampaikan juga tolong diperhatikan. Bagaimana penanggulangannya yang harus kita lakukan. Masyarakat yang di pesisir, mereka harus mengetahui,” ujar Bobby.
Bobby mengatakan kawasan yang berada di sekitar zona megathrust Mentawai dan pantai barat Sumatra termasuk wilayah yang memiliki potensi terdampak apabila terjadi aktivitas gempa besar.
“Kalau lempengannya itu di Mentawai atau wilayah pantai barat Sumatra yang paling berpotensi,” ujar Bobby.
Waspada Cuaca Ekstrem
Dalam kesempatan itu, Bobby juga menyinggung kondisi cuaca ekstrem yang belakangan melanda sejumlah wilayah di Sumut. Ia meminta masyarakat lebih waspada terhadap berbagai potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi. Masyarakat perlu memahami risiko bencana di lokasi yang akan dikunjungi, termasuk ketika berwisata ke kawasan yang memiliki potensi bahaya alam.
“Kalau memang ingin ke sana, tetap waspada dan tahu titik-titik kumpulnya di mana,” ucapnya.
Bobby menegaskan imbauan tersebut bukan untuk membatasi aktivitas masyarakat, melainkan meningkatkan kesiapsiagaan agar risiko korban jiwa dan kerugian akibat bencana dapat diminimalkan.
"Apa yang harus dilakukan, itu yang harus dipelajari. Bukan membatasi semua," tandasnya.