Polri akui ada campur tangan tokoh dalam pembebasan 10 WNI
Tanpa bantuan tokoh tersebut, pemerintah tidak bisa berbuat banyak membebaskan 10 WNI dari kelompok Abu Sayyaf.
Setelah sempat meminta tebusan kepada pemerintah Indonesia, kelompok militan Abu Sayyaf akhirnya membebaskan sepuluh warga negara Indonesia yang disandera. Bahkan, sepuluh WNI ini dibebaskan tanpa mengeluarkan uang tebusan sepeser pun.
Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar tak membantah dalam proses pembebasan sepuluh WNI itu ada campur tangan dari tokoh-tokoh masyarakat.
"Jadi juga keterlibatan masyarakat dari tokoh-tokoh yang selama ini memberi perhatian khusus terhadap peristiwa itu yang intinya berupaya untuk mendapatkan akses kepada yang melakukan penyanderaan," kata Boy di Mabes Polri, Jakarta, Senin (2/5).
Namun, mantan Kapolda Banten ini tidak merinci siapa tokoh yang memiliki peran besar dalam pembebasan tersebut. Dia hanya menyebut tokoh itu berhasil menjembatani pemerintah dengan pihak Abu sayyaf.
"Banyak tokoh di sana yang punya latar belakang sejarah yang akhirnya mereka terbuka dengan kita. Ini proses diplomasi yang sukses, berhasil, atau usaha bersama," ujar dia.
Bukan hanya itu, jenderal bintang satu ini juga mengakui tanpa adanya bantuan tokoh tersebut, pemerintah tidak bisa berbuat banyak untuk membebaskan sepuluh WNI dari kelompok Abu sayyaf.
"Upaya ini dengan pendekatan komunikasi ini, di mana kita tidak mungkin melakukan sendiri. Jadi kita kedepankan upaya negosiasi," pungkas Boy.
Baca juga:
10 WNI disandera Abu sayyaf bebas berkat kemenangan diplomasi
Sandera Abu Sayyaf mengaku mualaf biar selamat
Kesaksian WNI sandera Abu Sayyaf: kami rutin dipaksa pindah tempat
Menlu: Banyak pihak bantu pembebasan 10 WNI agar tak bayar tebusan
Pembebasan 4 WNI masih disekap Abu Sayyaf tetap tak pakai uang
Fadli Zon sebut banyak pihak yang klaim berperan bebaskan 10 WNI
PR pemerintah lobi pembebasan 4 WNI masih disandera Abu Sayyaf