Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kesaksian WNI sandera Abu Sayyaf: kami rutin dipaksa pindah tempat

Kesaksian WNI sandera Abu Sayyaf: kami rutin dipaksa pindah tempat 10 WNI yang dibebaskan Abu Sayyaf. ©2016 mindanaoexaminer.com

Merdeka.com - Sepuluh ABK WNI yang berhasil bebas dari penculikan Abu Sayyaf menuturkan pengalaman mereka selama lebih dari satu bulan dalam tawanan. Mereka mengaku kelompok Abu Sayyaf terus menjaga mereka tanpa memakai kekerasan.

Kendati begitu, para sandera selalu diajak berlari menembus hutan. Salah satu korban, Kapten kapal Brahma 12, Peter Tonson, menuturkan perpindahan ini dipicu operasi militer Filipina yang intensif dua pekan terakhir.

Ketika disinggung lokasi mereka yang terus berpindah-pindah, Peter menjelaskan hal itu demi keselamatan mereka, bukan taktik militan menyembunyikan keberadaan.

"Untuk keamanan kami juga. Karena setiap ada operasi militer mereka menghindar, tidak melakukan perlawanan, karena ada kami mereka takut terjadi sesuatu dengan kami," ujarnya saat ditemui media di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (2/5).

Adapun kesaksian lain dari juru mudi Wawan saputra, para penyandera semuanya menenteng senjata api. Mereka juga jarang membuka tutup muka. Dari keterangan Wawan, setiap satu sandera WNI dijaga oleh dua personel Abu Sayyaf

"Kami nggak tahu nama tempatnya, di tengah hutan," kata Wawan.

Ke-10 WNI itu telah berhasil tiba di Jakarta tadi malam. Mereka resmi dipulangkan ke keluarga masing-masing.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP