Polres Bogor Minta BPTJ Tunda Uji Coba Sistem 2-1 Jalur Puncak Tahap Dua
Kepolisian Resor Bogor mengusulkan uji coba sistem 2-1 (kanalisasi) tahap dua pada 3 November 2019 untuk ditunda.
Kepolisian Resor Bogor mengusulkan uji coba sistem 2-1 (kanalisasi) tahap dua pada 3 November 2019 untuk ditunda.
Menurut Kapolres Bogor, AKBP M Joni, jika uji coba tetap dilakukan kondisinya diprediksi akan sama dengan uji coba pertama pada 27 Oktober 2019.
"Masalahnya, tidak semua ruas jalan bisa dibagi tiga. Lebar Jalan Raya Puncak tidak sama. Ada lebar ada yang sempit. Ada yang bisa dibagi tiga tapi banyak yang tidak," kata Joni, Senin (28/10).
Pihaknya juga menunggu keputusan Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk kepastian melanjutkan uji coba kanalisasi tahap dua.
"Dari BPTJ dan Pemkab Bogor sudah memaklumi jika uji coba kedua ditunda sampai kondisi jalan dinyatakan layak," kata Joni.
Kanalisasi pertama kemarin, kata Joni, dapat dikatakan belum berhasil karena masih banyaknya penyempitan jalan, kepadatan di Pasar Cisarua dan banyaknya persimpangan di Megamendung.
"Ini harus diselesaikan dulu. Kita sudah petakan beberapa simpul kemacetan. Setelah dievaluasi yang pertama kemarin program kanalisasi belum berhasil," kata Joni.
Baca juga:
Rencana Pembangunan Jalan Puncak II Kembali Mencuat, Butuh Rp1,2 Triliun
Penyebab Uji Coba Pertama Sistem 2-1 di Jalur Puncak Gagal
Uji Coba Sistem Kanalisasi 2-1 Jalur Puncak
Tata Kawasan Puncak, Bupati Bogor Pindahkan 516 PKL ke Gunung Mas
Hari Pertama Uji Coba 2-1 di Puncak Tak Ampuh Urai Kemacetan
Uji Coba Sistem 2-1 di Puncak, Waktu Tempuh jadi Lebih Panjang