Polisi sebut pistol yang dipakai bunuh Herdi Sibolga bukan senpi rakitan
Hal itu berdasarkan hasil uji balistik Pusat Laboratorium Forensik terkait selonsong peluru yang ditemukan di lokasi Herdi tewas.
Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary memastikan pistol yang digunakan oleh pelaku pembunuhan terhadap Herdi Sibolga (45), pengusaha solar kapal bukan merupakan senjata api rakitan. Hal itu berdasarkan hasil uji balistik Pusat Laboratorium Forensik terkait selonsong peluru yang ditemukan di lokasi Herdi tewas.
"Uji balistik di labfor hasilnya match, senjata inilah yang dipakai. Bukan (senpi) rakitan ya," kata Ade di Polda Metro Jaya, Senin (13/8).
Namun demikian, Ade belum mau menjelaskan berasal dari mana senpi jenis FN yang digunakan para pembunuh bayaran itu. Selain itu juga, Ade juga. Enggan menjawab apakah pistol itu merupakan milik anggota atau tidak. "Kita masih telurusi," kata Ade.
Seperti diketahui sebelumnya, Tim gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Utara, dan Polsek Metro Penjaringan telah menangkap empat pelaku yang terlibat dalam penembakan Herdi Sibolga (45) berinisial AS (41), JS (36), PWT (32), dan SM (41). Pembunuhan sadis ini di latar belakangi karena pesaingan bisnis.
Peristiwa ini terjadi pada Jumat (20/7) malam usai korban pulang kantor. Herdi yang merupakan karyawan salah satu perusahaan yang mengurus perizinan kapal ditembak oleh orang tidak dikenal.
Setelah menembak, pelaku kabur dengan menggunakan sepeda motor. Dari pemeriksaan saksi-saksi, pelaku yang diduga dua orang tersebut salah satu pelaku yang dibonceng memiliki ciri-ciri rambut cepak.
Selain itu, pihak kepolisian juga mengamankan barang bukti berupa selonsong peluru di lokasi kejadian.
Baca juga:
Otak pembunuh Herdi Sibolga ditangkap saat hendak kabur ke Maluku
Pembunuhan Herdi Sibolga, polisi telusuri motif persaingan bisnis
Polisi tangkap otak pembunuhan Herdi Sibolga
Polisi masih buru dalang pembunuhan Herdi, pria ditembak di Penjaringan
Herdi Sibolga ditembak pembunuh bayaran bertarif Rp 400 juta
Polisi tangkap eksekutor Herdi, motif pembunuhan diduga persaingan bisnis