Polisi Pelototi Live TikTok Sorot Ajakan Demo 28 Agustus Hari Ini
Hal itu dikatakan sebagai metode baru mobilisasi massa demonstrasi.
Polisi memantau media sosial. Menyoroti ajakan ikut demo hari ini melalui siaran langsung TikTok.
Hal itu dikatakan sebagai metode baru mobilisasi massa demonstrasi. Demikian dikatakan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi.
Seperti diketahui, ribuan buruh yang menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran pada Kamis, (28/8). Di Jakarta, massa akan dipusatkan di Istana Negara, Mahkamah Konstitusi, dan Gedung DPR RI.
"Mohon maaf dengan live sebuah media sosial yang metodenya kalau tidak salah berharap ada gift ada hadiah dan lain sebagainya," kata dia dalam keterangannya.
Dia menerangkan, ajakan aksi lewat unjuk rasa melalui medsos berpotensi menarik kelompok pelajar untuk ikut turun ke jalan. Ade Ary bicara demikian setelah berkaca dari aksi unjuk rasa sebelumnya.
Dalam evaluasi aksi sebelumnya, polisi menemukan adanya pihak yang memanfaatkan media sosial untuk memprovokasi massa. Beberapa akun diketahui mengajak pelajar bergabung melalui siaran langsung di TikTok Akibatnya, 196 pelajar diamankan karena ikut aksi saat jam belajar setelah terpengaruh ajakan di media sosial.
"Jadi mohon medsos itu dipakai dengan bijak dengan bijak. Kejadian kemarin rekan-rekan sudah tahu ada pelajar 196 yang diamankan dari siang hari di jam belajar ini semoga tidak terjadi lagi, ini butuh dukungan dari semua pihak, mohon rekan-rekan jurnalis menyampaikan ini menyebarkan informasi ini supaya masyarakat bisa sama-sama bekerjasama mengantisipasi," ucap dia.
Pantau Ajakan Provokatif
Dia mengatakan, Polda Metro Jaya telah melakukan pemantauan kepada pihak yang menggunakan siaran langsung untuk menyebarkan ajakan bersifat provokatif. Ia menegaskan, jika ditemukan adanya unsur pidana atau pihak yang dirugikan, kepolisian akan melakukan langkah penegakan hukum.
"Kami melakukan pemantauan melakukan edukasi tim juga sudah melakukan komunikasi memberikan imbawan saat menemukan ada yang sedang live menyampaikan ajakan-ajakan yang bersifat provokasi kemudian mengajak pelajar ini juga dilakukan edukasi dan apabila nanti ada ditemukan perbuatan pidana, kemudian ada pihak yang dirugikan tentunya akan kami lakukan upaya-upaya penegakan hukum," ucap dia.
Dia mengatakan, Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat menggunakan media sosial dengan bijak serta menghindari penyebaran ajakan yang berpotensi memicu keresahan.
"Kemarin sudah kami sampaikan kami melibatkan berbagai stakeholder dalam penanganan para pihak yang diamankan kemarin tolong sama-sama kita jaga dan kepada rekan-rekan kami yang akan melakukan aksi penyampaian pendapat," ujar dia.
Dia menekankan Polda Metro Jaya dalam mengamankan aksi unjuk rasa mengedepankan kegiatan secara humanis edukasi. Tentunya apabila semua terkomunikasi dengan baik tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan.
"Mohon doa restu semuanya besok semuanya berjalan aman Polda Metro Jaya siap melaksanakan kegiatan pelayanan pengamanan aksi," tandas dia.