Polisi pastikan uang hancur di dalam 62 karung asli
BI memberikan keterangan bahwa uang tersebut dicetak kemudian tak layak diedarkan sehingga pihak bank menghancurkannya.
Kapolresta Bekasi Kota, Kombes Daniel Bolly Hyronimus Tifaona mengatakan, 62 karung berisi uang yang ditemukan warga di Jalan Bhakti RT 7/12, Kelurahan Jaturahayu, Kecamatan Pondok Gede, merupakan uang asli. Menurut Bolly, uang itu berasal dari Bank Indonesia tetapi sudah dihancurkan.
"Uang itu milik BI (Bank Indonesia). Tapi sudah dihancurkan," kata Daniel kepada merdeka.com, Sabtu (13/6).
Sebab, kata Bolly, pihak BI sudah memberikan konfirmasi terkait temuan uang tersebut. Akan tetapi, BI memberikan keterangan bahwa uang tersebut dicetak kemudian tak layak diedarkan sehingga pihak bank menghancurkannya.
"Rencananya mau dibuang ke TPST Bantargebang pada 5 Juni lalu. Tapi, karena di TPST antrean panjang, kemudian dibuang di situ," katanya.
Bolly mengatakan, pihak yang membuang sebanyak 62 karung berisi uang hancur tersebut, merupakan rekanan dari BI. Pihaknya, saat ini berusaha mencari rekanan tersebut untuk dimintai terkait pemilihan lokasi pembuangan uang itu.
"Kalau dari BI sudah kami undang semalam ke Polres," katanya.
Daniel menambahkan, uang hancur 62 karung tersebut, kini sudah diamankan di Polsek Pondok Gede. Sementara sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan.
Baca juga:
Warga Bekasi geger temuan uang hancur di dalam 62 karung
Jadi kota tujuan wisata, Bandung masih minim money changer
Tanggung jawab uang negara, BPK gandeng Kemhan, BIN dan Lemsaneg
Mengintip pusat distribusi uang miliaran rupiah di Cash Centre BNI
Jerman kenalkan desain baru pecahan uang 20 euro
Pulau Jawa krisis uang receh
Pecahan uang Rp 2.000 dan Rp 5.000 paling banyak dimusnahkan