Polisi panggil dosen hendak ditemui 2 terduga teroris di Palembang
Polisi panggil dosen hendak ditemui 2 terduga teroris di Palembang. Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengungkapkan, dari keterangan kedua pelaku, dosen tersebut adalah tenaga pengajar di salah satu perguruan tinggi di Palembang.
Polda Sumsel akan memanggil dosen yang ingin ditemui dua terduga teroris yang ditangkap di Palembang kemarin sore. Hal ini untuk mengetahui bentuk komunikasi dan keterlibatan dosen tersebut dengan kedua pelaku.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengungkapkan, dari keterangan kedua pelaku, dosen tersebut adalah tenaga pengajar di salah satu perguruan tinggi di Palembang. Namanya sudah diketahui namun belum diekspos ke media.
"Mereka (dua terduga teroris) yang tahu, rumahnya di mana. Tapi dia dosen di salah satu universitas di Palembang," kata Zulkarnain, Selasa (15/5).
Untuk membongkar kasus ini, kata dia, pihaknya segera memanggil dosen yang dimaksud. Sebab, belum diketahui hubungan kedua terduga teroris dengan yang bersangkutan.
"Nanti sore bakal kita panggil," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Densus 88 dan Polda Sumsel menangkap dua terduga teroris asal Pekanbaru, Riau, saat berada di Palembang, Senin (14/5). Keduanya bermaksud melakukan penyerangan ke Mako Brimob Kelapa Dua setelah terjadinya kerusuhan dengan narapidana teroris.
Rencana itu batal dilakukan karena situasi Mako Brimob sudah kondusif dan akhirnya kembali pulang ke Riau. Dalam perjalanan, mereka mampir ke Palembang untuk bertemu dengan seorang dosen.
Baca juga:
Kepada Kapolri, anak teroris di Rusun Sidoarjo ngaku kerap diajak ayahnya ngebom
Wiranto sebut aturan teknis TNI berantas terorisme diatur dalam Perpres
Pelaku bom Mapolresta Surabaya sengaja bawa kartu keluarga, ini alasannya
Polisi sebut foto viral Dita Oeprianto digeledah polisi hoaks
JK nilai tak perlu terbitkan Perppu tentang terorisme
Begini cara polisi awasi 500 veteran ISIS kembali ke Indonesia
Ini penyebab anak bomber Mapolrestabes Surabaya selamat dari maut