Polisi Klaim Angka Kejahatan di Banjarmasin Turun Selama 2020
Kasus penganiayaan berat pada 2019 sebanyak 80 kasus, sedangkan pada 2020 hanya 58 kasus. Kemudian, untuk kasus narkoba pada 2019 sebanyak 244 kasus, sedangkan pada 2020 hanya 199 kasus.
Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan mengatakan angka kejahatan di wilayah Kota Banjarmasin selama 2020 turun dibandingkan dengan 2019.
"Memang benar ada penurunan angka kejahatan pada tahun ini, turunnya diperkirakan sebanyak lima persen," ucap Rachmat Hendrawan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dilansir Antara, Sabtu (26/12).
Menurut dia, kasus yang ditangani oleh Polresta Banjarmasin semua terjadi penurunan seperti kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), kasus penganiayaan berat, dan kasus narkoba. Untuk kasus curanmor pada 2019 sebanyak 150 kasus, sedangkan pada 2020 hanya 85 kasus.
Kasus penganiayaan berat pada 2019 sebanyak 80 kasus, sedangkan pada 2020 hanya 58 kasus. Kemudian, untuk kasus narkoba pada 2019 sebanyak 244 kasus, sedangkan pada 2020 hanya 199 kasus.
"Namun, dalam penyitaan barang bukti narkoba pada tahun ini terjadi peningkatan apabila dibanding tahun sebelumnya," kata Rachmat.
Pada 2020 ini Polresta Banjarmasin menyita barang bukti narkoba dengan total 124.407 gram sabu-sabu, 62.716 butir ekstasi jenis ineks, dan 3,30 gram tembakau gorila.
"Pada 2021 nanti kami akan terus menekan semua tindak kejahatan di kota ini agar tercipta Kota Banjarmasin yang aman, nyaman, dan kondusif," tuturnya.
Baca juga:
Perkuliahan Tatap Muka di ULM Tunggu Banjarmasin Berstatus Zona Hijau Covid-19
Hasil Quick Count Internal, Petahana Pilgub Kalsel Klaim Menang 51,48 Persen
Pakar Ingatkan Tetap Jaga Imunitas Cegah Serangan Covid-19 Berkali-kali
Potret Romantis Taqy Malik Saat Ajak Sang Istri ke Kampung Halaman di Banjarmasin
Melawan saat akan Ditangkap, Pembunuh di Banjarmasin Didor