Polisi duga pemotor masuk tol peserta balap liar & pulang acara DWP
Iqbal mengatakan, polisi selalu mengantisipasi balap liar karena mengganggu masyarakat lain.
Polisi geram dengan 500-an pemotor yang memukuli petugas dan masuk ke dalam Tol Ancol Timur hingga Tol Priok. Polisi menduga, pemotor yang konvoi tersebut peserta balap liar dan penonton acara rave party.
"Mungkin saja peserta balap liar atau mungkin juga bubaran DWP (Djakarta Warehouse Project)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes M Iqbal kepada merdeka.com, Minggu (13/12).
Iqbal mengatakan, polisi selalu mengantisipasi balap liar karena mengganggu masyarakat lain. "Malam minggu mereka selalu memanfaatkan suasana jalanan yang sepi untuk balapan. Kita selalu cegah meski kalau kecelakaan yang tentu kita tolong," ujarnya.
Sebelumnya, ulah anarkis sekitar 500 pemotor sangat keterlaluan. Mereka masuk ke dalam Tol Ancol Timur yang jelas-jelas dilarang sesuai undang-undang.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WIB tadi. Untuk masuk ke tol mereka mengancam dan memukuli petugas jaga pintu masuk.
"Ini sudah anarkis mereka juga merusak fasilitas," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes M Iqbal kepada merdeka.com, Minggu (13/12).
Iqbal mengatakan petugas tol dan PJR langsung berupaya mengusir mereka dari jalan tol. Insiden itu pun sempat memanas.
Karena tindakan melawan hukum itu, polisi akhirnya melepaskan tembakan peringatan ke udara.
"Namun entah bagaimana tembakan tersebut terkena kaki tukang ojek yang sedang mangkal," kata Iqbal.
Iqbal mengatakan walaupun ratusan motor itu akhirnya keluar di gerbang Tol Priok, polisi tersebut tetap diperiksa oleh propram Polda dan Polres.
Baca juga:
Usir 500 pemotor masuk tol, polisi umbar tembakan kena tukang ojek
Ugal-ugalan, 500-an pemotor pukuli petugas & konvoi masuk Tol Ancol
Kemenhub target sanksi ngebut di jalan bergulir 2017
UU soal modifikasi bisa sebabkan orang kehilangan nafkah dan kreatifitas
Separator tinggi, mobil penerobos busway antre ditilang polisi
Harifin Tumpa usulkan sidang tilang dilakukan di luar jam kerja
Setiap hari 16 ribu pengemudi ditilang, energi pengadilan tersedot