Polisi Dalami Kasus Pengrusakan Kampus UNM Parangtambung Makassar, 5 Motor Dibakar
Polisi tengah mendalami kasus pengrusakan Kampus UNM Parangtambung Makassar yang mengakibatkan lima motor terbakar dan fasilitas rusak. Apa motif di balik insiden ini?
Jajaran kepolisian kini tengah mendalami secara serius kasus pengrusakan yang terjadi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) Parangtambung. Insiden ini mengakibatkan sejumlah fasilitas kampus rusak, termasuk kaca jendela ruang kuliah yang pecah, serta lima unit sepeda motor hangus terbakar.
Peristiwa tragis tersebut berlangsung pada petang hingga menjelang malam, di mana sejumlah orang tidak dikenal (OTK) tiba-tiba masuk ke area Fakultas MIPA. Mereka melancarkan serangan yang merusak fasilitas dan membakar kendaraan di sekitar lokasi, menciptakan kepanikan di lingkungan kampus.
Kapolsek Tamalate Kompol Syarifuddin menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif di balik kejadian ini. Dugaan sementara mengarah pada bentrokan yang melibatkan mahasiswa dari Fakultas Teknik (FT) dengan mahasiswa Fakultas MIPA.
Kronologi dan Kerugian Akibat Pengrusakan Kampus UNM
Insiden pengrusakan di Kampus UNM Parangtambung bermula ketika sejumlah orang tak dikenal (OTK) memasuki area Fakultas MIPA dan langsung melakukan aksi perusakan. Berdasarkan rekaman video yang diperoleh kepolisian, para pelaku terlihat menyerang dari wilayah MIPA kemudian bergerak menuju Fakultas Teknik, mengindikasikan adanya saling serang antar kelompok.
Akibat aksi anarkis tersebut, lima unit sepeda motor yang terparkir di area Fakultas MIPA hangus terbakar, meninggalkan kerugian material yang signifikan. Selain itu, beberapa kaca jendela di gedung fakultas juga pecah akibat lemparan benda keras, menambah daftar kerusakan fasilitas kampus.
Petugas kepolisian, dibantu tim Jatanras Polrestabes Makassar, segera mendatangi lokasi setelah berkoordinasi untuk mengamankan situasi. Setelah menyisir area kampus, mereka menemukan bukti-bukti kerusakan tersebut, namun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian ini.
Situasi di Kampus UNM Parangtambung saat ini telah aman dan terkendali setelah penanganan cepat dari pihak berwenang. Meskipun demikian, insiden ini menyisakan trauma dan kerugian bagi civitas akademika UNM.
Penyelidikan Polisi dan Upaya Pencegahan Insiden Susulan
Kapolsek Tamalate Kompol Syarifuddin menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap motif sebenarnya di balik pengrusakan Kampus UNM ini. "Kami saat ini masih melakukan penyelidikan dan pendalaman apa motif dari kejadian tersebut," ujarnya di lokasi kejadian, Rabu.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, pihak kepolisian telah berkoordinasi erat dengan keamanan kampus UNM guna memperketat penjagaan, terutama pada malam hari. Langkah ini diharapkan dapat mencegah masuknya pihak tak bertanggung jawab ke lingkungan kampus.
Selain itu, kepolisian juga menyarankan agar pintu gerbang utama kampus ditutup setelah jam perkuliahan selesai. Jika ada mahasiswa yang perlu masuk untuk keperluan penelitian, sekuriti diwajibkan mencatat identitas dan tujuan kegiatan mereka sebagai langkah pengamanan tambahan.
Langkah-langkah preventif ini diambil untuk memastikan keamanan dan ketertiban di lingkungan Kampus UNM Parangtambung. Penyelidikan terhadap para pelaku pengrusakan ini akan terus berlanjut hingga tuntas.
Respon Pihak UNM dan Rencana Rapat Pimpinan
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UNM, Arifin Manggau, menyatakan penyesalannya atas insiden pengrusakan fasilitas dan pembakaran motor mahasiswa tersebut. Pihak kampus berupaya keras menelusuri akar permasalahan yang memicu kejadian ini.
Arifin Manggau juga menilai adanya kejanggalan dalam bentrokan tersebut karena terjadi pada sore hari, bukan waktu umum untuk kegiatan kampus. "Kami belum tahu apakah ini persoalan pribadi atau ada pemicu lain," katanya.
Menanggapi serius insiden ini, pihak UNM segera menggelar pertemuan penting bersama para pimpinan fakultas dan Pelaksana Harian (Plh) Rektor UNM Prof Farida Patittingi. Rapat ini bertujuan untuk membahas langkah-langkah konkret yang akan diambil selanjutnya.
Mengenai aktivitas perkuliahan pasca-kejadian, keputusan final akan diambil setelah hasil rapat pimpinan kampus. "Belum ada keputusan apakah perkuliahan diliburkan. Kita masih menunggu hasil rapat bersama nanti dengan Plh Rektor, UNM," jelas Arifin.
Sumber: AntaraNews